Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PAD Sektor Pariwisata di Sleman Hampir Capai Target, Ini Rinciannya
Ilustrasi jip wisata di kawasan Kaliurang, Sleman (IDN Times/Febriana Sinta)
  • Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sleman dari sektor pariwisata hingga September 2024 mencapai Rp283,53 miliar, kontribusi sektor pariwisata terhadap total PAD Kabupaten Sleman mencapai 34,74 persen.
  • Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman menyumbang pendapatan terbesar dari pajak hotel sebesar Rp125,23 miliar atau 44,92 persen, diikuti oleh pajak restoran dan pajak hiburan.
  • Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman telah menjadi lokomotif penggerak roda perekonomian dengan 142 hotel berbintang, 86 desa wisata, dan 54 objek wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Sleman dari sektor pariwisata hingga akhir September 2024 sudah mencapai Rp283,53 miliar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto, menjelaskan
kontribusi sektor pariwisata terhadap total PAD Kabupaten Sleman sampai dengan 30 September 2024 tercatat sekitar 34,74 persen. “Jumlah itu setara dengan Rp283,53 miliar," kata Kus Endarto, Senin (14/10/2024).

Kus Endarto menambahkan perolehan ini dapat dikatakan hampir memenuhi target kontribusi PAD sektor pariwisata pada 2024 yang ditetapkan sekitar Rp320,267 miliar.
"Kami optimistis hingga akhir tahun nanti akan mampu mencapai target PAD sektor pariwisata, diharapkan pada liburan akhir tahun nanti kunjungan dan pergerakan wisatawan di Sleman meningkat signifikan," katanya.

 

 

1. Pajak hotel beri kontribusi besar

Ilustrasi hotel (unsplash.com/Francesca Saraco)

Menurut Kus Endarto sumbangan pendapatan sektor pariwisata terbesar yakni dari pajak hotel. Tercatat, hingga akhir September 2024 pajak hotel sebesar Rp125,23 miliar atau sekitar 44,92 persen.

"Kemudian pendapatan dari pajak restoran sebesar 49,32 persen atau senilai Rp137,5 miliar, dan sisanya sebesar Rp16,09 miliar atau 5,77 persen berasal dari pajak hiburan," katanya dikutip Antara.

2. Pariwisata jadi lokomotif perekonomian

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Kus Endarto menambahkan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman selama ini menjadi lokomotif penggerak roda perekonomian. Pada 2023, katanya, telah menyumbang 30 persen dari total PAD Kabupaten Sleman atau sekitar Rp353 miliar dari total PAD Rp 1,1 triliun.

"Di Sleman terdapat 142 hotel berbintang, beberapa di antaranya merupakan hotel bintang 4 dan 5 sebagai pendukung sekaligus penunjang sektor pariwisata," katanya.

3. Kabupaten Sleman memiliki beragam destinasi wisata

Potret Candi Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (pixabay.com/tomjuniorwalker)

Kus Endarto mengatakan Kabupaten Sleman juga memiliki beragam destinasi wisata andalan, mulai dari destinasi wisata alam, buatan hingga destinasi wisata minat khusus.

"Selain itu di Sleman juga telah terbentuk 86 desa wisata yang meliputi 12 desa wisata dengan status mandiri, 17 desa wisata maju, 18 desa wisata berkembang dan 33 desa wisata rintisan. Di Sleman juga terdapat 54 objek wisata," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article