Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Merasakan Data Gempa dan Jejak Kebakaran lewat Seni di Data Art 2026

Kota Yogyakarta
2 min read
Merasakan Data Gempa dan Jejak Kebakaran lewat Seni di Data Art 2026
Pameran Data Art 2026: Extending Life menampilkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin di GIK UGM, 5-11 Oktober 2026. (Dok. FMIPA UGM)
  • Pameran Data Art 2026: Extending Life berlangsung di GIK UGM pada 5–11 Oktober 2026, menampilkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin.
  • Pameran bertema “Merawat Denyut, Menjaga Ingatan” mengolah data riset menjadi seni agar sains lebih mudah dipahami secara sederhana dan emosional.
  • Karya-karya mengangkat gempa Sumatera, kebakaran hutan, pencemaran minyak pesisir, kesehatan kaki penyandang diabetes, serta visualisasi matematika untuk membahas risiko dan keberlangsungan hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Pameran Data Art 2026: Extending Life menampilkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5–11 Oktober 2026. Pameran ini mengangkat berbagai persoalan kehidupan melalui pendekatan seni.

Sejumlah data, mulai dari gempa bumi, kebakaran hutan, hingga kesehatan tubuh, diolah menjadi karya seni yang menghubungkan hasil riset dengan pengalaman sehari-hari masyarakat.

  1. Menikmati sains secara sederhana dan emosional

    Suasana Pameran Data Art 2026: Extending Life dengan karya sains lintas disiplin yang dipamerkan di GIK UGM.
    Pameran Data Art 2026: Extending Life menampilkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin di GIK UGM, 5-11 Oktober 2026. (Dok. FMIPA UGM)

    Pembukaan Data Art 2026 pada 5 Oktober 2026 menghadirkan Dr. Michael Hoch, fisikawan sekaligus seniman yang terlibat dalam eksperimen CMS di CERN, Swiss. Ia juga mendirikan art at CMS, program yang menggabungkan fisika partikel, seni, dan pendidikan untuk memperkenalkan riset kepada masyarakat melalui pameran dan lokakarya.

    "Seni memberi ruang bagi masyarakat membayangkan sains secara lebih sederhana dan emosional," ujar Hoch melalui keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Sabtu (10/10/2026).

    Mengusung tema 'Merawat Denyut, Menjaga Ingatan', Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), Prof. Reza MI Pulungan, menyampaikan bahwa pameran ini menjadi sarana untuk membawa riset kampus ke ruang publik. Data juga dimaknai sebagai media untuk merawat kehidupan dan ingatan bersama serta merekam pemikiran dan pengalaman manusia lintas waktu.

    Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM, Daniel Oscar Baskoro, menyampaikan bahwa beragam karya dalam pameran tersebut menunjukkan cara menerjemahkan riset sains dan data ke dalam bentuk seni yang dapat dipahami masyarakat.

  2. Berbagai karya ditampilkan

    Pameran Data Art 2026: Extending Life di GIK UGM menghadirkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin.
    Pameran Data Art 2026: Extending Life menampilkan 40 karya dari 37 saintis lintas disiplin di GIK UGM, 5-11 Oktober 2026. (Dok. FMIPA UGM)

    Data Art 2026 diselenggarakan FMIPA UGM bersama KAMIPAGAMA sebagai mitra pelaksana. Pameran ini merupakan edisi kedua setelah Indonesia, Life Behind Data yang digelar pada 2025.

    Melalui pameran ini, seni digunakan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang data dan sains. Hasil riset yang dibawa ke ruang publik menjadi bahan diskusi mengenai pemahaman risiko bencana, pelestarian lingkungan, dan kesehatan untuk mendukung keberlangsungan hidup.

    Sejumlah karya yang dipamerkan di antaranya adalah Denyut Sumatera 1998–2024 memvisualisasikan 5.044 gempa bermagnitudo 4,5 ke atas di Sumatera sebagai denyut bumi. Selain itu, ada As If Ash Remains yang menggunakan batang korek api untuk membentuk peta Indonesia sebagai rekaman jejak kebakaran hutan. Di sudut lain, Karya Hazard in Beauty menyoroti ancaman pencemaran minyak di balik warna-warni kawasan pesisir.

    Sementara, isu kesehatan diangkat melalui Glucowrap, perangkat berbasis sensor untuk mendukung pemantauan kondisi kaki penyandang diabetes. Adapun Emergence of Being memadukan seni dan matematika melalui visualisasi wajah abstrak yang dibentuk dari fungsi matematis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More