Sleman, IDN Times — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, meminta pemerintah menjadikan hasil survei dan penilaian publik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan. Menurutnya, pemerintah tidak perlu khawatir kehilangan kewibawaan apabila melakukan koreksi terhadap kebijakan yang dinilai kurang tepat.
Pernyataan itu disampaikan Haedar merespons laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran yang disusun Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Dalam laporan tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat nilai 4,7 dari 10 berdasarkan penilaian masyarakat umum. Dalam survey tersebut juga menyebut 75 persen masyarakat merasa stres dengan kebijakan pemerintah. Dan spesifik 67 persen stres dengan perilaku dari Prabowo Subianto.
"Survei seperti ini perlu jadi masukan buat pemerintah, agar kebijakan-kebijakannya semakin lebih baik. Dan kalau ada keliru, tidak tepat, diperbaiki, gak ada salahnya menurut saya. Dan tidak akan turun kewibawaan pemerintah jika ada perbaikan-perbaikan dari kebijakan," kata Haedar, ditemui di Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).
