Awan Panas Guguran Gunung Merapi, Senin (26/8/2024). (Dok. Istimewa)
BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di daerah yang masuk dalam potensi bahaya Gunung Merapi. Warga juga diminta menjauhi alur sungai yang berhulu di Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi.
Potensi bahaya guguran lava dan awan panas berada di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, sektor tenggara meliputi Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Merapi. "Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya," kata Agus.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi juga perlu diantisipasi. “BPPTKG akan meninjau kembali tingkat aktivitas Gunung Merapi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan,” ungkapnya.