Yogyakarta, IDN Times - Fenomena downgrading atau peralihan ke barang dan jasa yang lebih murah tengah ramai menjadi perbincangan di tengah ketidakpastian ekonomi. Perubahan ini terlihat dari penyesuaian gaya hidup, pembatasan konsumsi, hingga pengurangan kepemilikan aset akibat pendapatan yang cenderung stagnan sementara kebutuhan terus bertambah. Sejumlah masyarakat mulai memilih kendaraan yang lebih murah, membeli produk dengan harga terjangkau, serta mengurangi frekuensi makan dan rekreasi di luar rumah.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, menjelaskan rumah tangga berupaya menjaga pengeluaran untuk kebutuhan utama, seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan, dengan memangkas anggaran yang lebih fleksibel atau bersifat tersier.
“Downgrading atau dikenal juga sebagai sachetization, downsizing ini saya lihat sebagai respons rasional rumah tangga terhadap ketidakpastian ekonomi, bukan pilihan gaya hidup,” ujar Wisnu pada 7 Oktober 2026, dilansir laman resmi UGM.
