TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Dinding Selokan Mataram Dekat Proyek Tol yang Jebol Diperbaiki

Klaim proses konstruksi sudah sesuai standar

Dinding Selokan Mataram yang jebol pada Minggu (22/10/2023) sudah diperbaiki. (Dok. PT JJB)

Sleman, IDN Times - Lantai dan dinding Selokan Mataram yang berlokasi di wilayah pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Ruas Yogyakarta-SS Banyurejo, tepatnya Seyegan, Sleman, mengalami jebol pada Minggu (22/10) lalu. Kerusakan ini sudah ditangani diikuti upaya lokalisir demi mencegah dampak yang ditimbulkan menjadi kian meluas.

1. Banjiri kolam ikan hingga masuk rumah warga

Dinding Selokan Mataram yang jebol pada Minggu (22/10/2023). (Tangkapan layar instagram.com/merapi_uncover)

Dilaporkan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), kejadian ini berdampak pada aliran air yang membanjiri lahan serta kolam peternakan ikan di sekitar lokasi. Selain itu, kerusakan dinding telah memicu air yang sampai masuk ke salah satu rumah milik warga.

Situasi di atas saat ini telah ditangani. PT JJB berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO), tim Bupati Sleman, Kecamatan Seyegan, Kelurahan Dukuh, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Distan) setempat, hingga Polisi, TNI serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca Juga: DPKP DIY Klaim Belum Ada Kekeringan Lahan Pertanian Dampak El Nino

2. Retakan di dasar saluran tak terdeteksi

Dinding Selokan Mataram yang jebol pada Minggu (22/10/2023) sudah diperbaiki. (Dok. PT JJB)

Dalam keterangan resmi PT JJB, saat ini telah dilakukan pengecoran dinding yang mengalami jebol, di samping berkoordinasi dengan pihak terkait guna menangani dampak sosial.

Direktur Utama PT JJB A.J. Dwi Winarsa mengatakan, pihaknya melalui koordinasi dengan BBWS SO mengindikasi adanya retakan di dasar saluran yang tidak terdeteksi hingga memicu kebocoran tanggul saluran.

Dwi menerangkan, temuan itu ditindaklanjuti dengan perbaikan konstruksi daerah tersebut dan area terdampak.

"Kami juga telah melakukan beberapa langkah penanggulangan secara cepat, di antaranya yaitu dewatering dan sodetan air, penanganan kerusakan, serta penanganan dampak sosial," kata Dwi dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (24/10/2023).

Baca Juga: Kabut Tebal Menyelimuti Pantai di Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG

Berita Terkini Lainnya