Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

‎2 Sapi Mati Akibat PMK di Seloharjo Bantul, DKPP Gelar Vaksinasi PMK

IMG-20260212-WA0038.jpg
Petugas dari Puskeswan Pundong, Kabupaten Bantul melaksanakan vaksinasi PMK pada ternak sapi milik warga Padukuhan Pentung, Kalurahan Seloharjo. (IDN Times/Daruwaskita)
Intinya sih...
  • Dua ekor sapi mati akibat terpapar PMK
  • Tahun 2022 belasan ternak mati akibat terpapar PMK
  • Sejak Januari hingga saat ini 24 ekor ternak terpapar PMK, dua ternak mati
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Puluhan ternak sapi dan kambing milik warga Padukuhan Pentung, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, mendapatkan suntikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara gratis.

Vaksinasi tersebut dilakukan oleh tiga petugas dari Puskeswan Pundong yang didampingi Lurah Seloharjo, Mahardi Badrun, serta perangkat kalurahan. Petugas mendatangi satu per satu kandang sapi dan kambing milik warga Padukuhan Pentung untuk memberikan vaksin PMK secara gratis.

Petugas Puskeswan Pundong, drh. Isna Wulandari, mengatakan vaksinasi PMK gratis bagi ternak warga merupakan program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul. Program ini menyasar ternak sapi, kambing, dan domba.

‎"Dengan vaksinasi PMK ini diharapkan ternak akan lebih kebal terhadap serangan PMK," katanya, Kamis (12/2/2026).

1. Dua ekor sapi mati akibat terpapar PMK

Ilustrasi puluhan sapi mati akibat PMK. (IDN Times/ Riyanto)
Ilustrasi puluhan sapi mati akibat PMK. (IDN Times/ Riyanto)

Menurut Isna, wilayah Kapanewon Pundong dan Kapanewon Kretek memperoleh alokasi 800 dosis vaksin PMK untuk tahap pertama yang berlangsung pada Januari hingga Maret mendatang.

"Untuk Kapanewon Pundong pemberian vaksinasi PMK tahap pertama menyasar kepada ternak milik warga Padukuhan Pentung," ungkapnya. Selain memberikan vaksin PMK, pihaknya juga memberikan suntikan vitamin.

Isna menambahkan, sejak awal Januari hingga 12 Februari 2026, Puskeswan Pundong tidak menerima laporan adanya ternak yang terpapar PMK. Namun, laporan justru masuk setelah ditemukan ternak yang mati akibat penyakit tersebut.

"Jadi saat ternak mengalami sakit dengan gejala PMK tidak ada laporan, namun setelah dua sapi mati akibat PMK justru ada laporannya," ucapnya.

2. ‎ Tahun 2022 belasan ternak mati akibat terpapar PMK

Ketua APDESI Bantul, Mahardi Badrun.(IDN Times/Daruwaskita)
Ketua APDESI Bantul, Mahardi Badrun.(IDN Times/Daruwaskita)

Lurah Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Mahardi Badrun, mengatakan pada Januari 2022 lalu puluhan ternak sapi di wilayahnya sempat terpapar PMK dan belasan di antaranya mati akibat keterlambatan penanganan.

"Tahun 2023, 2024, 2025, ternak yang terpapar PMK turun, namun pada tahun 2026 bulan Januari mendadak ada dua ekor sapi yang mati akibat terpapar PMK," katanya.

Badrun berharap langkah dini yang dilakukan DKPP Bantul melalui vaksinasi ternak sapi, kambing, dan domba dapat mencegah penularan PMK. Selain itu, vaksinasi diharapkan membuat ternak lebih kebal jika terpapar PMK sehingga tidak kembali menimbulkan kematian.

"Cukup dua ternak sapi saja yang mati, jangan bertambah. Peternak akan merugi jutaan rupiah jika sapi yang dipelihara mati akibat terpapar PMK," tandasnya.

3. ‎Sejak Januari hingga saat ini 24 ekor ternak terpapar PMK, dua ternak mati

IMG-20260212-WA0049.jpg
Petugas dari Puskeswan Pundong, Kabupaten Bantul melaksanakan vaksinasi PMK pada ternak sapi milik warga Padukuhan Pentung, Kalurahan Seloharjo. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, membenarkan adanya dua kasus ternak sapi yang mati akibat terpapar PMK di Kapanewon Pundong. Selain itu, sejak awal Januari hingga Kamis (12/2/2026), tercatat sebanyak 24 ternak sapi terpapar PMK.

"Untuk mencegah ternak terpapar PMK kita melakukan vaksinasi PMK tahap pertama bulan Januari hingga Bulan Maret sebanyak 6.000 dosis vaksin PMK," ucapnya.

Selain vaksinasi, DKPP Bantul juga melakukan pemantauan kesehatan ternak, khususnya di pasar hewan. Upaya tersebut meliputi penyemprotan disinfektan hingga pemeriksaan kesehatan hewan di pasar.

"Kita juga memastikan bahwa ternak yang dibawa dari luar daerah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH dari tempat asal ternak," ungkapnya.

"Kepada pemilik ternak kita berharap menjaga lingkungan kandang tetap bersih, memberikan semprotan disinfektan serta memberikan vitamin tambahan pada ternaknya," tambahnya lagi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

‎2 Sapi Mati Akibat PMK di Seloharjo Bantul, DKPP Gelar Vaksinasi PMK

12 Feb 2026, 15:31 WIBNews