Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Logo PSIM Yogyakarta (psimjogja.id)
  • PSIM Jogja menghadapi Dewa United pada pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat pukul 15.30 WIB, dengan target tiga poin.
  • Bek Raka Cahyana menyatakan skuad PSIM fit dan siap bertanding; kehadiran pelatih Risto Vidakovic serta Edin Prljaca meningkatkan intensitas latihan dan persaingan pemain.
  • Guntur Cahyo Utomo tetap memimpin di pinggir lapangan sambil berkolaborasi dengan Risto menyusun taktik. PSIM memprioritaskan pemulihan, strategi, kesiapan fisik, dan mental usai jeda singkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja bertemu Dewa United FC dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram bersiap melakoni laga krusial di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/11/2026) pukul 15.30 WIB

Berbekal modal manis dari kemenangan laga sebelumnya, tim tak mau terlena. Sesi latihan intensif dan evaluasi mendalam digenjot demi mengamankan poin penuh di kandang.

Pelatih baru beri suntikan semangat

PSIM Yogyakarta menunjuk pelatih asal Serbia, Risto Vidakovic, sebagai pelatih kepala baru untuk kompetisi musim 2026/2027. (Dok. PSIM)

Bek muda andalan PSIM Jogja, Raka Cahyana, menegaskan seluruh armada Laskar Mataram berada dalam kondisi siap tempur. Kehadiran duo peramu taktik anyar, Risto Vidakovic dan Edin Prljaca, diakui memberikan suntikan motivasi ekstra di ruang ganti.

“Persiapan kami berjalan sangat baik, semua pemain dalam kondisi fit. Tentu target utama kami di laga besok adalah mengamankan tiga poin,” ujar Raka, Kamis (5/11/2026).

Raka mengungkapkan kedatangan Risto dan Edin mendongkrak intensitas latihan tim. Persaingan sehat antarpemain pun makin membara. “Yang paling terasa membedakan adalah intensitas latihannya. Dengan hadirnya pelatih baru, semua pemain berlomba-lomba menunjukkan performa terbaik agar dipercaya untuk tampil,” lanjutnya.

Kolaborasi taktik di pinggir lapangan

Debut manis diraih caretaker PSIM Jogja, Guntur Cahyo Utomo. Ia sukses mempersembahkan kemenangan perdana di laga kandang saat menjamu Borneo FC, Minggu (1/11/2026). (Dokumentasi PSIM)

Meski era baru di bawah Risto Vidakovic telah dimulai, Guntur Cahyo Utomo masih memegang kendali di pinggir lapangan saat laga sore ini. Guntur menegaskan ia dan Risto bersama-sama menyusun skema kolaborasi untuk meredam kekuatan Banten Warriors.

“Kami sudah bersepakat untuk saling bahu-membahu. Saya yang akan beraksi secara fisik di pinggir lapangan, sementara Coach Risto memberi sudut pandang anyar dan analisis yang lebih tajam mengenai keputusan taktis yang harus diambil,” terang Guntur.

Libur singkat, kedua tim adu fisik dan mental

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Muhammad Iqbal (tengah) berselebrasi seusai menjebol gawang tim Borneo FC Samarinda pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). PSIM Yogyakarta menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Kala/Afa/wsj.

Jeda waktu yang singkat sejak pertandingan terakhir pada Minggu (1/11/2026), tim fokus pada efisiensi recovery serta pemantapan strategi. Bagi Guntur, laga esok bukan sekadar adu strategi, melainkan pembuktian kesiapan fisik dan ketahanan mental.

“Bagi saya, tim paling fresh, paling siap, dan memiliki mental paling kuat yang punya peluang terbesar untuk keluar sebagai pemenang. Dasar itulah yang kami pegang teguh,” tegasnya optimisme.

Dukungan penuh suporter diharapkan mampu menjadi bahan bakar tambahan bagi Laskar Mataram untuk melanjutkan tren positif mereka dan mengamankan posisi di papan klasemen.

Editorial Team

Related Article