Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jelang PSS Kontra Persebaya, Polda DIY Rekomendasikan Pelarangan Bonek

Kota Yogyakarta
Jelang PSS Kontra Persebaya, Polda DIY Rekomendasikan Pelarangan Bonek
IDN Times/Enggal Hendy Wardhana
Share Article

Sleman, IDN Times - Pertandingan antara PSS Sleman vs Persebaya Surabaya akan digelar Sabtu (13/7) besok di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kendati demikian, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merekomendasikan pelarangan suporter Persebaya, yang populer dengan nama Bonek, untuk menyaksikan laga tersebut.

  1. 1. Bonek dilarang untuk alasan kemananan

    IDN Times/Nindias Khalika
    IDN Times/Nindias Khalika

    Kepada panitia pelaksana pertandingan (panpel) PSS Sleman, Polda DIY telah menyampaikan rekomendasi soal tidak diberikannya jatah tiket untuk para bonek.

    Adapun alasannya, yakni demi keamanan bersama. "Rekomendasi dari Polda, sebaiknya supaya penonton tidak penuh. Karena bagaimanapun yang membuat ulah itu kadang-kadang ini para suporternya," kata Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, Rabu (10/7).

    Rekomendasi itu pihaknya sampaikan usai berkaca pada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang melibatkan kehadiran Bonek di wilayahnya. Seperti saat laga Persija kontra Persebaya di Stadion Sultan Agung musim kompetisi tahun lalu.

    Bentrokan antar oknum suporter kedua kesebelasan memaksa pertandingan itu harus batal digelar. Kericuhan bahkan tak cuma terjadi satu dua kali, tapi banyak momen.

    "Kita hanya memberi masukan supaya tetap jangan sampai timbul hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," tegasnya.

  2. 2. Kekhawatian warga jadi pertimbangan

    IDN Times/Hendy Wardhana
    IDN Times/Hendy Wardhana

    Menurut Dofiri, rekomendasi kepada panpel ini juga dibuat berdasarkan adanya masukan dari warga sekitar lokasi Stadion Maguwoharjo.

    "Ditambah lagi ada warga masyarakat sekitar, yang ada kekhawatiran tertentu. Sehingga kami dengan panpel kemarin membahas bagaimana jalan terbaiknya," tutur Dofiri.

  3. 3. Keputusan di tangan panpel

    IDN Times/Hendy Wardhana
    IDN Times/Hendy Wardhana

    Meski begitu, Dofiri menyebut, keputusan akhir soal jatah tiket ini tetap merupakan kebijakan panpel. Kepolisian sifatnya hanya memberikan rekomendasi saja.

    "Nanti panpel yang akan melakukan langkah internal di dalamnya, nanti nunggu. Tapi kita memberi rekomendasi seperti itu. Mengacu pada kejadian-kejadian sebelumnya dan ada kekhawatiran dari warga masyarakat. Sehingga ini jadi pertimbangan kita," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More