PSIM langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai. Kendati lebih banyak menguasai bola, tim tuan rumah belum mampu menghadirkan ancaman serius hingga pertandingan memasuki menit fase hampir separuh babak.
Di sisi lain, Borneo FC memilih bermain lebih sabar dengan sesekali mengandalkan serangan balik. Strategi tersebut membuat Pesut Etam tetap bisa membangun serangan meski tidak terlalu dominan dalam penguasaan bola.
Peluang berbahaya PSIM baru muncul menjelang setengah jam pertandingan. Kesalahan pemain Borneo FC saat mengantisipasi umpan silang hampir berujung gol untuk tuan rumah.
Tak berselang lama, PSIM kembali memperoleh kesempatan. Namun, sepakan pemain Laskar Mataram yang mengarah ke gawang masih mampu diamankan Kadu.
Justru Borneo FC yang berhasil memecah kebuntuan. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang PSIM selepas water break, Pesut Etam melancarkan serangan cepat yang berujung gol pada menit ke-33.
Asgal Habib yang menerima sodoran bola dari Aditya Warman berhasil melewati Cahya Supriadi sebelum menyarangkan bola ke gawang. Gol tersebut membuat Borneo FC unggul 1-0.
PSIM berupaya membalas ketertinggalan, tetapi rapatnya pertahanan tim tamu membuat sejumlah serangan tuan rumah tidak membuahkan hasil. Keunggulan Borneo FC pun bertahan hingga babak pertama berakhir.