Buntut Tendangan Kungfu, Klub Liga 4 Kafi Jogja Pecat Dwi Pilihanto

- Manajemen KAFI Jogja FC memecat Dwi Pilihanto setelah larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup imbas aksi tendangan kungfu.
- Dwi dijatuhi sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup dan denda Rp1 juta oleh Pandis Asprov PSSI DIY.
- KAFI Jogja fokus pada pertandingan final Liga 4 Provinsi DIY melawan Mataram Utama FC tanpa terpengaruh insiden Dwi Pilihanto.
Yogyakarta, IDN Times - Manajemen KAFI Jogja FC memecat pemainnya, Dwi Pilihanto setelah sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup imbas aksi tendangan kungfu saat berlaga di Liga 4 Provinsi DIY.
"Saat ini sudah diberhentikan," kata Manajer KAFI, M. Hasanudin saat dihubungi, Kamis (8/1/2026).
1. Sikap manajemen usai pemain disanksi
Sebelum diberhentikan dari klub, Dwi Pilihanto terlebih dahulu dijatuhi sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup oleh Panitia Disilpin (Pandis) Asprov PSSI DIY, Rabu (7/1/2026) kemarin.
Sanksi dijatuhkan buntut aksi Dwi mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke wajah pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, pada pertandingan Liga 4 DIY di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa (6/1/2026).
Tak hanya larangan beraktivitas seumur hidup di kompetisi sepak bola Indonesia, Pandis DIY juga menetapkan denda sebesar Rp1 juta kepada Dwi. Atas sanksi itu, manajemen KAFI Jogja menerimanya dan memutuskan tak akan mengajukan banding.
"Kalau dari manajemen KAFI, kita menerima dengan baik apapun keputusan Komdis PSSI. Kita berusaha menjunjung tinggi fair play dan menaati aturan yang berlaku," papar Hasanudin.
"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola tanah air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari," sambungnya.
2. Reaksi Dwi Pilihanto dengan sanksi PSSI
Sementara itu Hasanudin turut mengungkap reaksi Dwi Pilihanto usai dikenai sanksi oleh Pandis PSSI. "Kalau mas Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu mas," kata Hasanudin menjawab pertanyaan mengenai ada tidaknya rencana Dwi untuk mengajukan banding atas sanksi.
3. Tatap laga final lawan Mataram Utama

Kini, KAFI Jogja fokus untuk menghadapi pertandingan final Liga 4 Provinsi DIY melawan Mataram Utama FC di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (18/1/2026). Insiden Dwi Pilihanto diklaim tak memengaruhi persiapan klub untuk laga pamungkas.
"Insyaallah tidak (memengaruhi). Kemarin memang situasi kurang nyaman karena adanya peristiwa ini. Tapi sekarang dari manajemen, tim pelatih, dan pemain berusaha mengembalikan fokus pada tujuan awal dan menatap ke depan untuk meraih hasil yang terbaik di final," pungkasnya.















