Merespons kejadian tersebut, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta, Nyi Raden Wedana Noorsundari, menyayangkan dugaan praktik penipuan yang dialami wisatawan.
"Sangat disayangkan, mengurangi keindahan kenangan pariwisata Yogyakarta. Sementara ini, kami masih memposting ulang tata cara berkunjung ke Kraton," kata Noorsundari saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2026).
Noorsundari menduga pria yang mengarahkan wisatawan tersebut merupakan oknum pemandu wisata. Namun, pihak Keraton belum dapat memastikan identitas maupun status pria itu, termasuk apakah yang bersangkutan merupakan abdi dalem atau bukan.
Keraton berencana menemui paguyuban pemandu wisata untuk membahas persoalan tersebut.
Noorsundari menambahkan, proses penelusuran masih berlangsung karena informasi yang tersedia belum cukup untuk mengidentifikasi pria tersebut.
"Kami masih mencari info, apakah benar beliau Abdi Dalem atau bukan. Sayangnya beliau yang menjadi korban juga tidak memberikan ciri-ciri yang lengkap atau foto dari guide yang dimaksud," ucapnya.
Demi menghindari kesalahpahaman terkait kunjungan wisata, Noorsundari mengimbau masyarakat agar mencari informasi melalui kanal resmi Keraton Yogyakarta, yakni situs tourism.kratonjogja.id dan akun Instagram @kratonjogja.tourism.