Viral Wisatawan Diduga Nyaris Kena Scam Lukisan saat ke Keraton Jogja

- Seorang wisatawan mengaku nyaris tertipu saat hendak ke Keraton Yogyakarta setelah diarahkan pria ke penjual lukisan, bukan perajin batik, dengan tawaran harga Rp700 ribu hingga Rp2 juta.
- Wisatawan mengetahui Keraton sebenarnya tetap buka dan loket kunjungan berada di dalam; loket yang didatangi pertama merupakan loket tiket pertunjukan.
- Keraton Yogyakarta menelusuri identitas pria yang diduga oknum pemandu wisata serta akan berkoordinasi dengan paguyuban pemandu, sambil mengimbau penggunaan kanal informasi resmi.
Yogyakarta, IDN Times - Pengalaman kurang menyenangkan dialami seorang wisatawan kala hendak berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Minggu (25/10/2026).
Wisatawan tersebut mengaku nyaris menjadi korban dugaan penipuan setelah diarahkan seorang pria yang menawarkan kunjungan ke tempat perajin batik, tetapi justru membawanya menemui penjual lukisan.
Pengalaman tersebut dibagikan melalui akun media sosial dan kemudian menjadi sorotan. Pihak Keraton Yogyakarta telah turun tangan menelusuri kejadian ini.
Wisatawan diarahkan ke penjual lukisan
Dalam unggahannya, wisatawan itu menceritakan bahwa ia bersama suaminya berencana mengunjungi Keraton Yogyakarta. Namun, saat tiba di loket tiket, keduanya melihat papan yang menunjukkan bahwa loket tersebut tutup.
Tak lama berselang, seorang pria mengenakan kemeja batik cokelat menghampiri mereka. Pria itu menawarkan kunjungan ke tempat perajin batik. Pasangan tersebut kemudian mengikuti arahannya, tetapi justru dibawa menemui penjual lukisan.
Wisatawan itu mengaku penjual lukisan menawarkan karya dengan harga berkisar Rp700 ribu hingga Rp2 juta. Ia juga merasa suaminya sedikit terintimidasi untuk membeli lukisan tersebut.
Lantaran curiga dengan situasi yang dialami, ia langsung memperingatkan suaminya bahwa mereka diduga sedang menjadi sasaran penipuan. Anaknya turut mengingatkan agar tidak membeli lukisan itu. Mereka akhirnya memilih meninggalkan lokasi meski pria yang menawarkan lukisan disebut menunjukkan ekspresi marah.
Loket wisata Keraton berada di dalam

Keraton Yogyakarta. (Unsplash.com/Fuad Najib) Selepas meninggalkan lokasi, wisatawan tersebut berusaha memastikan informasi mengenai operasional wisata Keraton Yogyakarta dengan bertanya kepada seorang pengemudi becak.
Dari penjelasan pengemudi becak itu, ia baru mengetahui bahwa wisata Keraton sebenarnya tetap buka. Loket yang semestinya dituju juga berada lebih ke dalam, sedangkan loket yang pertama kali didatangi merupakan tempat pembelian tiket pertunjukan di Keraton.
Wisatawan itu lantas menceritakan pengalaman tersebut kepada penjual tiket. Menurut pengakuannya, penjual tiket membenarkan bahwa dugaan penipuan serupa kerap terjadi di kawasan tersebut.
Ia pun membagikan ceritanya melalui media sosial agar menjadi perhatian wisatawan lain yang hendak berkunjung ke Keraton Yogyakarta.
Keraton telusuri identitas pria yang menawarkan lukisan
Merespons kejadian tersebut, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Keraton Yogyakarta, Nyi Raden Wedana Noorsundari, menyayangkan dugaan praktik penipuan yang dialami wisatawan.
"Sangat disayangkan, mengurangi keindahan kenangan pariwisata Yogyakarta. Sementara ini, kami masih memposting ulang tata cara berkunjung ke Kraton," kata Noorsundari saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2026).
Noorsundari menduga pria yang mengarahkan wisatawan tersebut merupakan oknum pemandu wisata. Namun, pihak Keraton belum dapat memastikan identitas maupun status pria itu, termasuk apakah yang bersangkutan merupakan abdi dalem atau bukan.
Keraton berencana menemui paguyuban pemandu wisata untuk membahas persoalan tersebut.
Noorsundari menambahkan, proses penelusuran masih berlangsung karena informasi yang tersedia belum cukup untuk mengidentifikasi pria tersebut.
"Kami masih mencari info, apakah benar beliau Abdi Dalem atau bukan. Sayangnya beliau yang menjadi korban juga tidak memberikan ciri-ciri yang lengkap atau foto dari guide yang dimaksud," ucapnya.
Demi menghindari kesalahpahaman terkait kunjungan wisata, Noorsundari mengimbau masyarakat agar mencari informasi melalui kanal resmi Keraton Yogyakarta, yakni situs tourism.kratonjogja.id dan akun Instagram @kratonjogja.tourism.






















