Kondisi Transhome pasca kebakaran, Jumat (2/10/2026) pagi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Menurut Fitrianto, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Damkar yang berada di lokasi. Hingga saat ini, petugas belum mengetahui sumber asap yang terus muncul dari bagian bawah bangunan.
Dugaan sementara dari petugas Damkar di lokasi, asap dan bau menyengat kemungkinan berasal dari material tertentu yang terbakar, termasuk material berbahan karet. Namun, polisi masih menunggu proses identifikasi untuk memastikan penyebab kebakaran. "Asapnya dari basement, dari bawah," ujarnya.
Fitrianto menyebut titik api tidak terlihat dari luar. Kemungkinan masih terdapat titik panas atau api di bagian dalam basement, sehingga penanganannya dilakukan oleh petugas Damkar. "Kalau dari luar asap hitam saja. Titik apinya mungkin di dalam, di basement yang dalam," katanya.
Hingga Jumat pagi, empat unit Damkar dari Sleman masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Selain itu, terdapat dukungan pengisian ulang tangki air. Polisi juga masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Garis polisi dipasang di sisi selatan, terutama di area yang terdapat kendaraan dan barang yang terbakar.
"Kita police line terkait dengan pengamanan barang-barang yang memang kendaraan terbakar. Kita police line, kita jagani sambil nunggu pendinginan dari pihak Damkar," kata Fitrianto