Pabrik Garmen di Kabupaten Bantul Terbakar

1. Asap mengepul dari pabrik

Ulu-Ulu Kalurahan Bantul, Kuswandi mengataan kasus kebakaran diketahui pertama kalinya saat warga melihat ada kepulan asap di Padukuhan Jonggrangan. Kemudian warga mencari dari mana asal kepulan asap.
"Saat didekati ternyata kepulan asap berawal dari pabrik garmen," katanya.
Kuswandi mengaku selanjutnya menghubungi polisi dan pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Kuswandi mengaku sempat masuk ke dalam kompleks pabrik untuk memastikan kondisi.
Di dalam kompleks pabrik diketahui asap berasal dari lantai dua pabrik. "Ternyata kepulan asap dari lantai dua pabrik garmen. Kebetulan isinya spon sama kain," ungkapnya.
2. Kebakaran diduga adanya aktivitas pengelasan di lantai satu

Sedangkan untuk penyebab kebakaran, Kuswandi mengaku tak bisa memastikannya. Hanya dia menduga aktivitas mengelas di lantai satu dan terdapat bahan yang mudah terbakar bisa memicu kebakaran.
"Tadi ada kegiatan mengelas di lantai satu yang kebetulan atapnya rusak. Namun pihak yang mengelas bukan karyawan pabrik tersebut," katanya.
3. Kerahkan tujuh mobil pemadam kebakaran untuk padamkan api

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan kebakaran pabrik garmen yang berada di barat Masjid Agung Bantul itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Untuk memadamkan api dikerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.
"Tidak ada korban jiwa dan sekitar pukul 12.30 WIB proses evakuasi isi pabrik berlangsung. Semoga bisa segera dipadamkan," ucapnya.
Sedangkan untuk pekerja dipulangkan dan bangunan pabrik yang terbakar adalah tempat produksi.
"Penyebab pasti kebakaran belum tahu, tapi ada informasi ada kegiatan pengelasan," katanya.

















