Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lepas 2.130 Wisudawan, Rektor UAD Dorong Lulusan Adaptif di Era AI
Wisuda UAD yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Rektor UAD Muchlas meminta 2.130 wisudawan terus belajar dan adaptif menghadapi perubahan ilmu pengetahuan serta teknologi yang cepat.
  • Lulusan didorong memanfaatkan AI untuk produktivitas dan kreativitas, sambil mengasah berpikir kritis, kolaborasi, etika, serta keberanian menciptakan peluang.
  • Muchlas menekankan nilai inovatif, profesional, dedikatif, integritas, dan akhlak mulia; 98 persen wisudawan meraih predikat cumlaude namun diminta memberi manfaat sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bantul, IDN Times – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Muchlas, berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk terus mengembangkan kemampuan di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Muchlas dalam wisuda UAD yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (31/10/2026). Ia mengingatkan para lulusan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga kompetensi yang dimiliki saat ini belum tentu selalu relevan pada masa mendatang.

"Orang yang mampu bertahan di tengah perubahan bukan semata-mata orang yang paling banyak mengetahui, tetapi orang yang paling bersedia untuk terus belajar dan memperbarui kemampuannya," ujar Muchlas.

Ia meminta wisudawan memiliki rasa ingin tahu, keberanian mempelajari hal baru, serta kerendahan hati untuk menerima pengetahuan dari siapa pun. Dengan begitu, mereka dapat terus menyesuaikan diri menghadapi dinamika dunia kerja maupun kehidupan sosial.

1. Lulusan harus adaptif dan mampu memanfaatkan AI

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Prof. Muchlas. (Dok. Istimewa)

Muchlas juga mengingatkan para lulusan untuk menghadapi masa depan dengan optimisme, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berinovasi. Menurutnya, persaingan dunia kerja semakin terbuka. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkompetisi dengan sesama sumber daya manusia di Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut mengubah berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dilakukan oleh mesin dan sistem cerdas.

Meski demikian, ia meminta para lulusan tidak memandang perkembangan teknologi sebagai ancaman. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pekerjaan.

"Yang perlu dikembangkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab," katanya.

Muchlas menambahkan, masa depan tidak hanya membutuhkan orang yang pandai menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Ia pun mendorong lulusan agar tidak sekadar mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang, membangun usaha, menghasilkan inovasi, dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat.

2. Pegang teguh nilai inovatif, profesional, dan dedikatif

Wisuda UAD yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Pesan berikutnya, Muchlas meminta para lulusan tetap membawa nilai-nilai yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di UAD, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif. Nilai inovatif mengajarkan lulusan untuk terus mencari gagasan dan solusi baru. Sementara profesional berarti bekerja dengan kompetensi, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika.

Adapun dedikatif mengandung makna bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, ketiga nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai semboyan selama berada di lingkungan kampus. Nilai itu harus diterapkan ketika lulusan bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi, maupun menjalankan peran di tengah masyarakat.

Sejalan dengan jati diri UAD sebagai Community Services University, ia berharap para alumni memiliki kepedulian tinggi terhadap berbagai persoalan sosial. f"Ukuran keberhasilan seorang lulusan bukan hanya seberapa tinggi jabatan yang diraihnya atau seberapa besar penghasilan yang diperolehnya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat dihadirkannya bagi kehidupan orang lain," tegasnya.

3. Lulusan diharap miliki akhlak mulia

Wisuda UAD yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (31/10/2026). (Dok. Istimewa)

Muchlas juga mengingatkan para wisudawan untuk menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah di mana pun berada. Sebagai bagian dari keluarga besar alumni UAD, para lulusan diharapkan mampu menunjukkan identitas perguruan tinggi melalui perilaku, integritas, prestasi, dan kontribusi nyata.

Ia berharap lulusan UAD tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak mulia, kejujuran, kepedulian sosial, serta semangat Islam Berkemajuan. "Jadilah pribadi yang mampu menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, membawa kemajuan, menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Muchlas mengungkapkan capaian akademik yang membanggakan. Sebanyak 98 persen wisudawan pada periode ini berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.

Ia mengapresiasi kerja keras para lulusan, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah mendukung proses pendidikan hingga wisuda. Meski demikian, Muchlas mengingatkan bahwa prestasi akademik bukanlah tujuan akhir pendidikan. Capaian tersebut harus menjadi bekal untuk menghasilkan karya, memberikan manfaat, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Pada periode wisuda kali ini, UAD melepas sebanyak 2.130 lulusan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.853 lulusan program sarjana (S1), 11 lulusan sarjana terapan (D4), 263 lulusan magister (S2), dan tiga lulusan doktor (S3).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article