Yogyakarta, IDN Times – KUSTOMFEST: Indonesian Kustom Kulture Festival kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu (10-11/10/2026). Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraan, KUSTOMFEST 2026 mengusung tema “High Octane” sebagai ajakan bagi pelaku kustom kultur untuk terus berakselerasi di tengah tantangan ekonomi.
Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menjaga semangat para pelaku industri kustom di Indonesia. Menurutnya, kondisi ekonomi yang lesu turut berdampak langsung terhadap para pelaku kustom, termasuk industri rumahan dan UMKM.
“Kelesuan ekonomi memberikan imbas yang dirasakan langsung para pelaku dunia kustom di seluruh penjuru Indonesia. Hal ini ditambah dengan gempuran parts kustom yang dibuat dalam skala besar dari China yang bisa menggerus pelaku industri rumahan kustom Indonesia,” kata Lulut, saat konferensi pers di Sender Coffee, Kamis (8/10/2026).
Di tengah ajakan untuk berakselerasi melalui tema “High Octane”, KUSTOMFEST juga membawa pesan kepedulian sosial dan lingkungan. Bekerja sama dengan Baznas, KUSTOMFEST mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya persoalan kebakaran hutan yang berdampak terhadap kehidupan sosial.
Sementara dalam rangka HUT ke-270 Kota Yogyakarta, KUSTOMFEST bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Ride For YK untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam renovasi rumah tinggal.
“Kita tidak sekadar merayakan Lebaran Kustom dan mengajak untuk berakselerasi tinggi untuk para pelaku di industri kustom, namun juga melihat lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia termasuk tetangga kita di Yogyakarta membutuhkan kepedulian kita,” kata Lulut.
