Ismono mengatakan sampai saat ini belum ditemukan kasus baru dari penelusuran tersebut. Kendati demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada penularan lanjutan.
"Sampai saat ini sudah nggak ada kasus baru itu," ungkapnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Gunungkidul terus mengingatkan masyarakat mengenai risiko mengolah ataupun mengonsumsi hewan yang sakit dan mati mendadak. Warga juga diminta tidak sembarangan menyembelih hewan dengan kondisi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menekankan pentingnya pelaporan apabila warga menemukan ternak mati tanpa diketahui penyebabnya. Informasi tersebut diperlukan agar petugas dapat segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah pencegahan jika terdapat dugaan penyakit menular.
Pengendalian antraks juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan pemerintah desa, Dinas Peternakan, Puskesmas, dan sejumlah pihak terkait untuk memantau kondisi di wilayah tersebut.
Pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap kasus pada manusia, tetapi juga kejadian kematian hewan ternak di lokasi terdampak dan wilayah sekitarnya. Masyarakat pun diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan hewan yang mati mendadak dengan penyebab yang belum diketahui.