GIFTS 2026 UGM Hasilkan 27 Mitra Inovasi dan Puluhan Kerja Sama

- GIFTS 2026 UGM menghubungkan riset dengan industri, investor, pemerintah, dan mitra strategis untuk mempercepat hilirisasi inovasi menjadi produk serta bisnis yang bermanfaat.
- Dari 177 riset dan inovasi yang dikurasi, 100 masuk business matchmaking dan 27 memperoleh mitra; Investor Speed Dating menyeleksi 76 dari 204 startup pendaftar.
- Acara ini menghasilkan lebih dari 50 dokumen kerja sama dan LoI, serta sekitar 70 agenda yang membuka kolaborasi riset, pendanaan, transfer teknologi, dan pengembangan bisnis.
Sleman, IDN Times – Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong hasil riset perguruan tinggi agar tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang mempertemukan inovator, industri, investor, pemerintah, dan mitra strategis.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026)–Kamis (22/10/2026), sebanyak 27 inovasi berhasil memperoleh mitra melalui proses business matchmaking. Capaian ini menjadi salah satu hasil GIFTS 2026 dalam mempertemukan hasil riset dengan pihak yang berpotensi mendukung pengembangan dan pemanfaatannya.
Mengusung tema “CULTIVATION: Culture – Innovation – Business Acceleration”, GIFTS 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi riset, mulai dari pengembangan teknologi hingga pemanfaatannya oleh industri dan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan UGM Science Techno Park melalui program PRIME STeP, berkolaborasi dengan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, KADIN DIY, Meet The Investor, dan ICONIC.
1. Sebanyak 177 inovasi masuk kurasi, 27 di antaranya mendapat mitra

Jumpa pers agenda Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Salah satu agenda utama GIFTS 2026 adalah business matchmaking yang mempertemukan pengembang inovasi dengan calon mitra dari dunia usaha dan industri.
Dalam ekosistem PRIME STeP, sebanyak 177 riset dan inovasi masuk dalam proses kurasi oleh KADIN DIY. Dari jumlah tersebut, 100 inovasi terkurasi untuk melanjutkan proses business matchmaking. Hasilnya, sebanyak 27 inovasi berhasil memperoleh mitra.
Selain itu, GIFTS 2026 menggelar Investor Speed Dating yang diikuti 204 startup pendaftar dari sejumlah kota, yakni Yogyakarta, Bali, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Dari jumlah tersebut, 76 startup terkurasi untuk mengikuti proses pertemuan dengan investor dan mitra potensial.
Capaian tersebut memperlihatkan upaya menghubungkan inovator dengan pihak yang dapat mendukung pengembangan riset menjadi solusi yang lebih siap digunakan. Proses hilirisasi ini penting agar hasil penelitian memiliki peluang untuk diterapkan, dikembangkan secara komersial, dan menjawab kebutuhan nyata.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, mengatakan Indonesia memiliki talenta, pengetahuan, dan potensi inovasi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan untuk mengembangkan serta menerapkan hasil riset.
“Hubungan antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah tidak cukup berhenti pada pertemuan atau kesepakatan. Kita membutuhkan kerja bersama sejak persoalan dirumuskan, teknologi diuji, hingga solusi dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Fauzan dalam sambutan secara daring pada pembukaan GIFTS 2026.
2. Puluhan dokumen kerja sama ditandatangani

Agenda Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) Selain mempertemukan inovator dengan calon mitra, GIFTS 2026 menghasilkan komitmen kolaborasi melalui penandatanganan dokumen kerja sama. Pada upacara pembukaan, sebanyak tujuh naskah kerja sama ditandatangani. Sementara itu, dalam berbagai rangkaian kegiatan GIFTS 2026, lebih dari 50 dokumen kerja sama dan Letter of Intent (LoI) turut ditandatangani secara seremonial.
Dokumen tersebut mencakup sejumlah bentuk kesepakatan, seperti nota kesepahaman atau MoU, perjanjian kerja sama atau PKS, perjanjian kerahasiaan atau NDA, serta LoI yang melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem inovasi.
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Danang Sri Hadmoko, menyampaikan bahwa penandatanganan dokumen merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan produk, investasi, lisensi dan transfer teknologi, pengembangan bersama industri, produksi, hingga pemanfaatan inovasi oleh pengguna. “Dengan demikian, keberhasilan kolaborasi tidak hanya diukur dari jumlah dokumen yang ditandatangani, tetapi juga dari tindak lanjut dan hasil nyata yang dapat dihasilkan,” ucap Danang.
3. Puluhan agenda pertemukan kampus, industri, dan investor

Agenda Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo) GIFTS 2026 menghadirkan sekitar 70 rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara paralel selama pre-event dan acara utama pada 21–22 Oktober 2026. Sejumlah agenda yang digelar antara lain Business Matchmaking, Investor Speed Dating, Pasar Inovasi, Business Talkshow, Startup Grooming, Research to Business Grooming, serta forum pengelolaan kekayaan intelektual dan transfer teknologi.
Selain itu, terdapat Annual Meeting FORMIND, Collaboration Class, Doctoral Research Forum, berbagai diskusi kelompok terarah atau FGD, Workshop CPD, dan Sarasehan Badan Usaha Milik Universitas.
Beragam agenda tersebut dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi riset perguruan tinggi, sekaligus membuka akses bagi startup dan inovator terhadap pendanaan maupun peluang pengembangan bisnis.
Dalam pelaksanaannya, UGM Science Techno Park melalui program PRIME STeP berperan sebagai penghubung antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Kolaborasi lintas lembaga melalui Pasar Inovasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring hilirisasi.
Selain mengejar pengembangan bisnis dan daya saing, GIFTS 2026 turut mengangkat isu yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, energi, air, lingkungan, kebencanaan, dan sampah hingga industri benih serta ekosistem kakao.






















