Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasar Mobil Listrik Tumbuh, GWM Perluas Pilihan Kendaraan di Jogja

Kab. Sleman
4 min read
Pasar Mobil Listrik Tumbuh, GWM Perluas Pilihan Kendaraan di Jogja
Dealer GWM Jogja di Jalan Magelang Km 5 No. 5, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Inchcape GWM Indonesia meresmikan Dealer GWM Jogja di Sleman sebagai jaringan ke-20, menawarkan kendaraan listrik, hybrid, PHEV, dan diesel sesuai kebutuhan konsumen DIY.
  • Pangsa pasar BEV di DIY mencapai 14,8 persen dan hybrid 16,2 persen, atau sekitar 31 persen, sementara kendaraan di luar dua kategori itu masih mencakup 69 persen.
  • Dealer GWM Jogja bermitra dengan PT Amanta Agung Motor dan menyediakan layanan 3S, meliputi penjualan, servis, suku cadang, ruang pamer, bengkel, serta area konsultasi pelanggan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times – Tren kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang. Namun, peralihan dari mobil bermesin konvensional ke kendaraan elektrifikasi belum berlangsung merata. Melihat kondisi tersebut, Inchcape GWM Indonesia menghadirkan beragam pilihan kendaraan, mulai dari listrik, hybrid, hingga diesel untuk menjangkau kebutuhan konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Strategi tersebut diperkuat melalui peresmian Dealer GWM Jogja yang berlokasi di Jalan Magelang Km 5 No. 5, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/10/2026). Dealer yang dioperasikan bersama mitra PT Amanta Agung Motor ini menjadi jaringan ke-20 GWM di Indonesia.

CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, mengatakan Yogyakarta memiliki potensi pasar otomotif yang menarik karena didukung aktivitas ekonomi yang beragam, mulai dari pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik membuka peluang baru bagi industri otomotif. Meski begitu, perusahaan melihat konsumen masih memiliki pertimbangan berbeda dalam memilih teknologi kendaraan, termasuk terkait infrastruktur pengisian daya dan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

“Kalau pada tahun lalu sekitar 12 persen, sekarang sudah dua kali lipat, sekitar 25 persen, untuk angka nasional. Mobil listrik terus naik, sedangkan tren mobil bensin terus turun,” kata Bagus saat konferensi pers peresmian dealer.

  1. 1. Tren kendaraan listrik meningkat, pilihan teknologi tetap beragam

    CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Bagus menjelaskan, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu pertimbangan GWM dalam mengembangkan pasar. Namun, menurutnya, setiap konsumen memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan berbeda dalam mengadopsi teknologi kendaraan elektrifikasi.

    Sebagian konsumen mulai beralih ke mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Sementara itu, konsumen lain masih mempertimbangkan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), waktu pengisian baterai, serta akses infrastruktur di berbagai wilayah.

    Kondisi tersebut membuat kendaraan hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tetap menjadi alternatif. Kedua teknologi ini menawarkan pendekatan berbeda dalam penggunaan energi, sehingga konsumen dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kebiasaan berkendara.

    Di sisi lain, kendaraan bermesin diesel juga masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi pengguna yang membutuhkan karakteristik mesin tersebut untuk menunjang aktivitas usaha, perjalanan dengan beban berat, maupun berkendara di medan tertentu.

    “Tujuan adopsi teknologi di setiap negara berbeda. Ada konsumen yang sudah merasa lebih aman menggunakan mobil listrik. Ada juga yang masih ragu karena pengalaman pengisian daya atau infrastruktur di kota-kota kecil. Karena itu, ada yang memilih hybrid atau plug-in hybrid,” jelasnya.

    Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, GWM mengusung filosofi global All Scenarios, All Powertrains, All Users. Pendekatan ini menekankan penyediaan beragam teknologi penggerak agar konsumen dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan penggunaan.

    GWM juga mengembangkan kendaraan listrik melalui lini ORA, sementara pilihan SUV hingga MPV dan kendaraan bermesin diesel melengkapi portofolio produknya. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menyasar konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik, tetapi juga mereka yang masih membutuhkan teknologi penggerak lainnya.

  2. 2. Pasar kendaraan elektrifikasi di DIY mencapai sekitar 31 persen

    President Director PT Amanta Agung Motor, Sumantri. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    President Director PT Amanta Agung Motor, Sumantri. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    President Director PT Amanta Agung Motor, Sumantri, mengatakan perkembangan kendaraan listrik dan hybrid di Yogyakarta menjadi peluang bagi GWM untuk memperluas jangkauan pasar.

    Berdasarkan data yang dipaparkan saat peresmian dealer, pangsa pasar BEV di DIY mencapai 14,8 persen, sedangkan kendaraan hybrid sebesar 16,2 persen. Jika digabungkan, kedua kategori tersebut mencapai sekitar 31 persen dari pasar yang menjadi acuan data tersebut.

    Angka ini menunjukkan adanya ruang bagi kendaraan elektrifikasi untuk berkembang di Yogyakarta. Meski demikian, kendaraan di luar kategori BEV dan hybrid masih mencakup sekitar 69 persen dari pasar berdasarkan data yang sama.

    Bagi GWM, kondisi tersebut menjadi alasan untuk menawarkan pilihan kendaraan dengan teknologi yang beragam. Konsumen yang tertarik dengan elektrifikasi dapat mempertimbangkan kendaraan listrik maupun hybrid, sedangkan pengguna dengan kebutuhan berbeda tetap memiliki alternatif lain.

    Sumantri mengatakan, keputusan PT Amanta Agung Motor menjalin kemitraan dengan GWM didasari keyakinan terhadap potensi pertumbuhan merek tersebut di Indonesia, inovasi teknologi, serta kelengkapan portofolio produknya.

    “Kami melihat GWM sebagai mitra yang memiliki visi sejalan untuk menghadirkan produk dan layanan otomotif berkualitas. Melalui kehadiran GWM Jogja, kami optimistis kemitraan ini dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen sekaligus memperkuat kehadiran GWM di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujar Sumantri.

  3. 3. Perluas akses penjualan dan layanan purnajual di Jogja

    Peresmian dealer GWM Jogja di Jalan Magelang Km 5 No. 5, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Peresmian dealer GWM Jogja di Jalan Magelang Km 5 No. 5, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (23/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Selain memperkenalkan beragam pilihan kendaraan, GWM memperluas jaringan dealer untuk memudahkan konsumen mengakses layanan penjualan dan purnajual. Dealer GWM Jogja beroperasi dengan konsep 3S, yakni sales, service, dan spare parts. Fasilitasnya meliputi ruang pamer kendaraan, bengkel dengan perlengkapan servis, area konsultasi, customer lounge, service lounge, ruang privat untuk transaksi, serta layanan hubungan pelanggan.

    Sumantri menjelaskan, lokasi dealer dipilih melalui survei dengan mempertimbangkan kemudahan akses bagi pelanggan. Dealer tersebut berdiri di atas lahan sekitar 1.500 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 600 meter persegi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More