Senada dengan Wijayanto, Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rimawan Pradiptyo, menilai belum terdapat perbaikan signifikan dalam kondisi ekonomi maupun arah kebijakan yang dijalankan pemerintah. Rimawan mengatakan, kritik dan gerakan yang dilakukan kalangan ekonom sebelumnya didorong sejumlah fakta di lapangan yang dinilai belum kondusif. Menurutnya, persoalan tersebut hingga kini belum banyak mengalami perubahan.
"Kalau dulu kami itu bergerak, ekonom bergerak itu kan karena didorong oleh fakta-fakta lapangan yang sebenarnya tidak bagus, tidak kondusif. Apakah sekarang sudah membaik? Belum, belum banyak perbaikan," kata Rimawan.
Ia bahkan menilai sejumlah rencana kebijakan yang muncul justru berpotensi memperburuk situasi apabila tidak didasarkan pada pertimbangan yang matang. Rimawan mengkritik kecenderungan pemerintah yang ingin mewujudkan berbagai target dalam waktu singkat tanpa mempertimbangkan realitas dan proses yang dibutuhkan.
Ia mengibaratkan pemerintah seperti Nobita dalam serial Doraemon yang memiliki banyak keinginan dan berharap semuanya dapat terwujud dengan cepat. Menurutnya, realitas ekonomi tidak bisa diselesaikan hanya dengan keinginan atau target ambisius. Setiap kebijakan perlu mempertimbangkan fakta empiris, teori, serta konsekuensi dari implementasinya.
"Kalau saya mengibaratkan kita ini kok kayak Nobita. Aku ingin begini, aku ingin begitu, dan semuanya keinginan itu pengen terjadi dalam waktu yang singkat. Cuma masalahnya, mohon maaf, realitasnya kita hidup di bumi ini tidak ada yang namanya Doraemon," ujarnya.
Rimawan menegaskan, pendekatan berbasis bukti atau evidence-based policy harus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan setiap program dan rencana pembangunan didukung kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi atau keinginan.
"Dalam hal ini, yang kami kembangkan itu lebih pada, kami lebih rely on evidence-based policy dan bukan wangsit-based policy," tuturnya.
Ia menilai penggunaan bukti dan data yang akurat menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan pemerintah sesuai dengan kondisi masyarakat dan persoalan ekonomi yang hendak diselesaikan.