Yogyakarta, IDN Times – Perkembangan kustom kultur di Indonesia tidak cuma soal memodifikasi motor atau mobil. Lebih dari itu, kreativitas para builder dalam merancang kendaraan turut membentuk identitas desain otomotif khas Tanah Air. Perjalanan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran KUSTOMFEST 2026 bertema High Octane di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada Sabtu (10/10/2026)–Minggu (11/10/2026).
Memasuki tahun ke-15 penyelenggaraan, KUSTOMFEST kembali menjadi wadah bagi para pelaku kustom untuk memamerkan karya, bertukar ide, sekaligus menunjukkan perkembangan karakter desain kendaraan buatan Indonesia.
Wakil Direktur KUSTOMFEST, Aan Fikriyan, mengatakan kustom kultur di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan. Pada awal kemunculannya, para builder banyak mengadopsi gaya dari luar negeri, terutama Amerika Serikat dan Jepang. Namun, seiring waktu, berbagai pengaruh tersebut mulai berpadu dan melahirkan identitas tersendiri.
"Namun seiring waktu berjalan, identitas-identitas itu mulai bertemu, bercampur, sehingga DNA kustom Indonesia itu mulai terlihat," kata Aan.
Menurutnya, identitas kustom Indonesia tidak hanya terlihat dari corak atau bentuk kendaraan. Karakter tersebut juga tercermin melalui desain, pendekatan rekayasa, hingga cara builder menggabungkan berbagai elemen menjadi karya yang punya ciri khas.
