Aksi unjuk rasa Forum BEM DIY di depan kantor KPU DIY untuk merespons putusan MK yang menyatakan tak menemukan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka. (IDN TImes/Tunggul Damarjati)
Dalam aksi kali ini, peserta demo secara bergiliran menyampaikan orasi di depan para pejabat KPU DIY yang hadir untuk mendengar aspirasi pengunjuk rasa.
"Kita diperlihatkan secara jelas KPU RI melanggar konstitusi, meloloskan seorang anak yang tidak lulus SMA sebagai cawapres," kata orator pertama.
Ia menambahkan bahwa proses meloloskan nama tersebut dipenuhi dengan ketidakwajaran. Tak hanya persoalan keabsahan dokumen, massa aksi juga mengkritik keras kualifikasi pendidikan wakil presiden yang dinilai tidak pantas memimpin bangsa.
"Kami masyarakat Indonesia tidak mau dipimpin seorang lulusan SMP, masa guru-guru besar dipimpin lulusan SMP," seru orator lainnya.
Melalui aksi ini, massa melayangkan kecaman terbuka kepada KPU RI atas kinerja mereka dalam menyaring calon pimpinan negara.
"KPU RI, hari ini kami datang melalui KPU DIY, bahwa kalian orang-orang tidak becus. Copot Ketua KPU RI agar memberikan keterangan yang jelas kepada masyarakat Indonesia. Copot Gibran karena kita tidak mau dipimpin lulusan SMP," tegasnya.