TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Teknologi AI Bantu Pembelajaran dan Hemat Dana Universitas Terbuka

UT manfaatkan AI bantu pembelajaran jarak jauh

Rektor UT, Prof. Ojat Darojat. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sleman, IDN Times - Universitas Terbuka (UT) menggelar 3rd International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2023), di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (23/10/2023) hingga Selasa (24/10/2023). Kegiatan ini mengangkat isu terkini dan inovasi dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Rektor UT, Prof. Ojat Darojat mengungkapkan pengembangan Artificial Intelligence (AI), memberi kontribusi positif pada dunia pendidikan. Meski tidak dipungkiri terdapat tantangan, Prof. Ojat, menyebut hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

 

1. AI membantu kehidupan manusia lebih efisien

Ilustrasi teknologi artificial intelligence. (Pixabay.com/geralt)

Perkembangan teknologi ini dinilai membuka peluang dukungan terhadap pembelajaran terbuka jarak jauh, misalnya mesin pembelajaran (machine learning), chatbot, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR).

"AI membantu kehidupan manusia menjadi lebih efisien, sederhana dan lebih produktif. Masyarakat tidak perlu khawatir juga menganggur atau kehilangan pekerjaan, setiap zaman ada tantangannya. Saya yakin ada solusi, ada jalan keluarnya. Adanya AI pasti akan ada pekerjaan baru untuk generasi yang akan datang," kata Prof. Ojat.

Baca Juga: Muncul Pocong Bertuliskan Gibran dan Keranda Matinya Jokowi di Jogja

2. AI bantu tenaga pendidikan di UT memeriksa jawaban ujian mahasiswa

Konferensi pers INNODEL 2023. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Prof. Ojat memberi contoh penggunaan AI ini di UT, disebutnya AI telah membantu tenaga pendidikan di UT untuk memeriksa jawaban ujian mahasiswa, tanpa perlu memeriksa satu per satu jawaban. Dengan teknologi tersebut kerja lebih efisien dan lebih akurat.

Dikatakan Prof. Ojat, penggunaan AI juga menghemat biaya atau anggaran yang dikeluarkan kampus. "Hal ini (pengeluaran anggaran besar) tidak lagi berlaku ketika kami memanfaatkan AI. Selain lebih efisien dan ekonomis, pemeriksaan hasil ujian lebih akurat, karena tidak mengenal lelah. Tidak ada unsur subjektivitas antara tenaga pendidik dan mahasiswa," ujar Prof. Ojat.

Baca Juga: Mengenal Gamelan Milik Keraton Jogja, Jumlahnya hingga 21

Berita Terkini Lainnya