Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aksi di DPRD DIY Ricuh, Massa Tak Dikenal Disebut Jadi Pemicu

Kota Yogyakarta
3 min read
Aksi di DPRD DIY Ricuh, Massa Tak Dikenal Disebut Jadi Pemicu
Bentrokan antara massa dan aparat di sekitar Gedung DPRD DIY, Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. (IDN TImes/Herlambang Jati)
  • Aksi massa di sekitar DPRD DIY pada Rabu malam berakhir ricuh setelah kelompok dari arah barat melempar petasan dan kembang api ke petugas serta aparat.

  • Polisi mengerahkan Dalmas untuk membubarkan massa dari Malioboro hingga kawasan Tugu Jogja; situasi sekitar pukul 22.00 WIB terkendali, meski pelemparan masih terjadi.

  • Polisi mengamankan sejumlah orang, termasuk satu pembawa senjata tajam; kebakaran, kerusakan fasilitas, dan korban luka dari massa maupun polisi masih didata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times – Aksi massa di sekitar Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (28/10/2026) malam, berakhir ricuh. Bentrokan melibatkan massa aksi dengan aparat kepolisan dan kelompok massa lain yang berada di sekitar DPRD DIY.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, mengatakan kericuhan terjadi setelah massa yang sebelumnya berunjuk rasa secara tertib di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Namun, sekelompok massa tak dikenal tiba-tiba datang dari arah barat dan bergerak menuju Gedung DPRD DIY.

Menurut Ihsan, kelompok tersebut langsung melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api ke arah petugas parkir maupun aparat yang berjaga di gedung DPRD. "Mereka datang itu tanpa orasi, langsung melakukan provokasi dengan melempar, membunyikan petasan, melempar juga dengan kembang api ke arah petugas parkir, termasuk ke arah DPRD," ujar Ihsan.

  1. 1. Polisi dorong massa hingga ke kawasan Tugu Jogja

    WhatsApp Image 2026-10-29 at 01.22.50.jpeg
    Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Melihat keributan tersebut, personel kepolisian yang berjaga di Gedung DPRD berupaya keluar untuk membubarkan massa agar bentrokan tidak meluas. Namun, upaya tersebut mendapat perlawanan sehingga petugas sempat mundur.

    Kelompok massa kemudian kembali melakukan pelemparan menggunakan batu, petasan, dan kembang api. Polisi kemudian mengerahkan personel pengendalian massa (Dalmas) untuk mendorong kelompok tersebut keluar dari kawasan Malioboro.

    Dari hasil pantauan massa aksi, juga sempat mendapat perlawanan dari kelompok massa lainnya. Sekitar pukul 22.00 WIB, situasi di kawasan Malioboro disebut telah berhasil dikendalikan. Namun, upaya pembubaran massa masih berlanjut karena sebagian kelompok dilaporkan tetap melakukan pelemparan.

    Massa kemudian didorong menuju kawasan sekitar Stasiun Yogyakarta, berlanjut ke sekitar Mangkubumi, hingga mengarah ke Tugu Pal Putih atau Tugu Yogyakarta. Ihsan mengatakan, polisi terus melakukan pengamanan untuk mencegah kericuhan meluas ke kawasan lain.

  2. 2. Polisi amankan sejumlah orang

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 21.46.53-2.jpeg
    Aksi massa di sekitar Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (28/10/2026) malam, berakhir ricuh. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Dalam proses pengamanan dan pembubaran massa, polisi mengamankan sejumlah orang. Ihsan menyebut salah satu orang yang diamankan kedapatan membawa senjata tajam. Jumlah orang yang diamankan masih dalam pendataan dan identifikasi oleh kepolisian.

    Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal petugas kesehatan, sebagian orang yang diamankan diduga mengonsumsi minuman keras. "Untuk data lengkapnya, ini masih kita terus lakukan pendataan. Kita lakukan identifikasi, nanti besok bisa kita update," kata Ihsan.

    Polisi masih melakukan pendataan terhadap orang-orang yang diamankan, termasuk untuk memastikan keterlibatan mereka dalam rangkaian kericuhan tersebut. Selain melakukan pelemparan, kelompok massa juga dilaporkan membakar sejumlah benda di sekitar lokasi.

    Ihsan mengatakan petugas segera memadamkan api sehingga kebakaran tidak meluas. Meski demikian, beberapa fasilitas umum di kawasan Malioboro dilaporkan mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas milik pedagang setempat. Hingga Rabu malam, polisi masih mendata titik pembakaran, kerusakan, serta korban luka dalam insiden tersebut.

  3. 3. Sejumlah orang alami luka

    Massa berhadapan dengan aparat saat bentrokan di sekitar Gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Yogyakarta, malam hari.
    Bentrokan antara massa dan aparat di sekitar Gedung DPRD DIY, Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (28/10/2026) malam. (IDN TImes/Herlambang Jati)

    Dari pantauan di lapangan sejumlah orang baik dari massa aksi, maupun dari kepolisian mengalami luka. Meski demikian jumlah korban yang mengalami luka masih dilakukan pendataan.

    Polda DIY menyayangkan kericuhan yang terjadi setelah aksi sebelumnya berlangsung tertib dan damai. Ihsan menegaskan personel kepolisian tetap disiagakan di kawasan Malioboro untuk menjaga situasi keamanan.

    "Kami memastikan petugas kami akan terus standby di sini untuk melakukan pengamanan, memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang ada di seputaran Malioboro," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More