Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sri Sultan Beri Masukan Kadin DIY untuk Penguatan Ekonomi Daerah
Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di The Alana Palagan Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Sri Sultan HB X mendorong ekonomi kerakyatan DIY melalui penguatan daya saing UMKM, akses pasar global, investasi berkualitas, dan kolaborasi pemerintah, usaha, kampus, serta masyarakat.

  • Lima prioritas meliputi pendampingan, standardisasi, digitalisasi UMKM; perluasan pasar global; kemitraan dengan industri-pariwisata; investasi berkelanjutan; serta konsolidasi Kadin hingga kabupaten dan kota.

  • Kadin DIY diminta menyusun program bertarget dan terukur untuk pembiayaan, kualitas produk, digitalisasi, kemitraan, investasi, serta ekspor agar menciptakan UMKM naik kelas dan lapangan kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan akses pasar global, serta pengembangan investasi berkualitas. Sri Sultan juga mengusulkan lima prioritas penguatan ekonomi DIY.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di The Alana Palagan Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia, UMKM Naik Kelas, Ekonomi DIY Berkualitas”, RAPIMDA menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkelanjutan.

1. Sri Sultan dorong UMKM naik kelas dan tembus pasar global

Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kadin DIY) di The Alana Palagan Hotel & Convention Center, Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sri Sultan menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, koperasi, industri kecil, petani, dan insan ekonomi kreatif. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk membangun ekosistem ekonomi yang kuat. Ia juga menekankan falsafah migunani tumrap liyan, yang berarti bermanfaat bagi sesama, sebagai landasan pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Pertumbuhan baru menemukan maknanya ketika kesempatan hidup yang lebih baik hadir sampai ke rumah-rumah warga,” ujar Sri Sultan.

Ia menyebut produk fesyen, kerajinan, kuliner, dan karya kreatif Yogyakarta memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. Namun, keunikan produk harus diimbangi dengan kualitas, sertifikasi, kesinambungan pasokan, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar. 

Pemanfaatan teknologi digital juga perlu diperkuat untuk memperluas pemasaran produk lokal. Sri Sultan mengajak perusahaan besar, hotel, restoran, dan jaringan distribusi membuka peluang kemitraan bagi UMKM, sekaligus memberikan ruang bagi wirausaha muda untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

2. Sri Sultan usulkan lima prioritas penguatan ekonomi DIY

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Sri Sultan berharap Kadin DIY menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas usaha. Ia menyampaikan lima prioritas yang perlu ditindaklanjuti melalui RAPIMDA.

Pertama, UMKM naik kelas melalui pendampingan, standardisasi, dan digitalisasi. Kedua, UMKM go global dengan memperluas akses pasar. Ketiga, penguatan kemitraan usaha yang menghubungkan pelaku kecil dengan industri dan sektor pariwisata.

Keempat, investasi berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kelima, penguatan organisasi Kadin melalui konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Sri Sultan meminta agar kelima prioritas tersebut diterjemahkan menjadi target, jadwal pelaksanaan, penanggung jawab, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan pariwisata, industri pengolahan, ekonomi kreatif, pertanian bernilai tambah, dan sektor jasa perlu dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di seluruh wilayah DIY.

3. GKR Mangkubumi minta program kerja Kadin berdampak nyata

Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, mengatakan RAPIMDA merupakan momentum penting untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, dan merumuskan langkah konkret bagi kemajuan ekonomi daerah.

GKR Mangkubumi menegaskan, Kadin DIY harus hadir sebagai penggerak kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi. Upaya tersebut perlu diwujudkan melalui perluasan akses pembiayaan, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, kemitraan usaha, investasi, dan perluasan pasar ekspor.

GKR Mangkubumi juga meminta seluruh bidang, komite tetap, serta Kadin kabupaten/kota menyusun program kerja dengan target dan indikator keberhasilan yang jelas. “Keberhasilan kita bukan sekadar banyaknya kegiatan, melainkan dampak nyata berupa UMKM yang naik kelas, investasi yang meningkat, lapangan kerja yang bertambah, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kadin harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article