Sering Pergi Ke Jakarta, Laki-laki asal Bantul Positif COVID-19

Kota Yogyakarta, IDN Times- Salah seorang pasien positif COVID-19 berasal dari Kabupaten Bantul, sering melakukan perjalanan ke Jakarta. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Kasus COVID-19, Berty Murtiningsih, pada Minggu (31/5).Â
Menurut Berty, berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinkes Bantul, laki-laki berusia 32 tahun tersebut mengaku datang dari Jakarta sebulan lalu.
"Â Memang sering pulang balik Jakarta. Bisa jadi tertular dari luar wilayah DIY, ujar Berty, Minggu (31/5).Â
Â
1. Jumlah kasus dari Klaster Indogrosir masih bertambah

Default Image IDN Dari hasil laboratorium terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 3 kasus, sehingga hari ini jumlah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 236 kasus.
Adapun 3 kasus tersebut adalah :
1. Kasus 236: Laki laki berusia 31 tahun berasal dari Kota Yogyakarta. Riwayat datang dari Surabaya.
2. Kasus 237 : Perempuan berusia 51 tahun berasal dari Kabupaten Sleman. Riwayat keluarga karyawan indogrosir.
3. Kasus 238 : Laki laki berusia 32 tahun berasal dari Kabupaten Bantul. Riwayat pulang dari Jakarta sebulan lalu.2. Jumlah pasien sembuh bertambah 2 orang

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra Berty juga menyampaikan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hari ini bertambah 2 kasus. Jumlah kasus sembuh saat ini menjadi 161 kasus.
Data kasus sembuh hari ini adalah:
1. Kasus 30 : laki laki berusia 59 tahun berasal dari Kabupaten Bantul
2. Kasus 152 : laki laki berusia 37 tahun berasal dari Kabupaten SlemanÂ3. Selama 10 hari di Bantul tidak ada penambahan kasus

IDN Times/Daruwaskita Pasien positif COVID-19 yang berasal dari Kabupaten Bantul, merupakan penambahan baru setelah 10 hari tidak ada penambahan kasus baru di Bantul.Â
"Informasi hari ini, tambah pasien positif satu orang, adalah laki-laki berusia 32 tahun," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan tertulisnya. Â
Berdasarkan hasil tracing atau penelusuran Gugus Tugas, pasien yang berasal dari Kecamatan Banguntapan tersebut mempunyai riwayat perjalanan dari luar daerah yang merupakan zona merah, Jakarta.Â





















