Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Hari Jadi Kulon Progo dan Rangkaian Acara HUT Ke-75 di 2026
Sejarah HUT Kulon Progo (unsplash.com/id/@ralmira12)
  • 15 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Kulon Progo karena menandai pengundangan UU Nomor 18 Tahun 1951, dasar hukum penggabungan Kulon Progo dan Adikarta.
  • HUT ke-75 Kulon Progo pada 2026 diramaikan Manunggal Fair bertema “Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia” di Alun-alun Wates.
  • Rangkaian peringatan meliputi ziarah tokoh sejarah, upacara adat dan penghargaan pada 15 Oktober, serta Pesta Rakyat gratis 17 Oktober dengan Festival Band Pelajar dan Guyon Waton.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap 15 Oktober, Kabupaten Kulon Progo memperingati hari jadi sekaligus sebagai momen untuk mengenang perjalanan daerahnya. Namun, tanggal tersebut ternyata gak dipilih begitu saja karena ada sejarah panjang di balik penetapannya sebagai Hari Jadi (HUT) Kabupaten Kulon Progo. Kisahnya, juga berkaitan dengan penyatuan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarta hingga lahirnya dasar hukum bagi kabupaten seperti yang dikenal sekarang.

Dan memasuki 2026, peringatan HUT Kabupaten Kulon Progo ke-75 kembali dirayakan lewat berbagai kegiatan yang memadukan sejarah, budaya, hiburan, dan potensi ekonomi lokal. Rangkaian acaranya berlangsung sejak awal Oktober, mulai dari ziarah ke makam tokoh penting hingga Manunggal Fair dan Pesta Rakyat di Alun-alun Wates. Lantas, mengapa 15 Oktober dipilih sebagai Hari Jadi Kulon Progo dan seperti apa perayaannya pada tahun ini?

1. Sejarah pemilih tanggal 15 Oktober sebagai HUT Kulon Progo

Pantai Glagah di Kulon Progo (IDN Times/Dyar Ayu)

Sebelum menjadi satu wilayah seperti sekarang, Kulon Progo dan Adikarta merupakan dua kabupaten yang berada di bawah pemerintahan berbeda. Kulon Progo berada di wilayah Kasultanan Yogyakarta, sementara Adikarta berada di bawah Kadipaten Pakualaman. Setelah Indonesia merdeka, muncul gagasan untuk menyatukan kedua wilayah tersebut hingga Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII menyepakati penggabungannya pada 1 Mei 1951, dengan nama kabupaten baru tetap menggunakan Kulon Progo dan ibu kota ditetapkan di Wates.

Penggabungan tersebut kemudian memperoleh dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1951 yang ditetapkan pada 12 Oktober dan diundangkan pada 15 Oktober 1951. Dalam penelitian mengenai Hari Jadi Kulon Progo, beberapa tanggal sempat dipertimbangkan, termasuk 1 Mei, 12 Oktober, 15 Oktober 1951, serta 1 Januari 1952. Setelah melalui pembahasan dan mendapat restu Sri Paku Alam VIII, 15 Oktober 1951 akhirnya dipilih sebagai Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo karena menandai berlakunya dasar hukum pembentukan kabupaten tersebut.

Dengan demikian, peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo setiap 15 Oktober bukan sekadar menandai terbentuknya sebuah pemerintahan daerah, tetapi juga menjadi pengingat proses panjang penyatuan Kulon Progo dan Adikarta. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo dan dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 1986.

2. Manunggal Fair sebagai pesta rakyat dan puncak acara

Potret Manunggal Fair 2026 di Kulon Progo (dok.pribadi/Dyar Ayu)

Setiap bulan Oktober, suasana di Kabupaten Kulon Progo terasa semakin hidup berkat hadirnya Manunggal Fair. Acara tahunan ini diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebagai ajang pameran pembangunan, bazar, sekaligus pesta rakyat. Lewat gelaran ini, hasil pembangunan daerah dipamerkan secara terbuka agar dapat dinikmati dan dipahami langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Berfungsi sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo, helatan meriah ini dijuluki warga sebagai pasar malam rakyat. Suasananya hangat dan meriah, Manunggal Fair menjadi titik temu antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, pelaku UMKM, hingga komunitas kreatif lokal. Kehadiran berbagai elemen tersebut berkumpul menyatu dengan masyarakat umum yang berbondong-bondong meramaikan lokasi acara.

Bukan sekadar pesta hiburan biasa, Manunggal Fair memegang peran vital sebagai wadah utama untuk mempromosikan berbagai potensi kebanggaan daerah. Di saat yang sama, deretan stan yang berdiri menjadi ruang edukasi publik sekaligus mesin penggerak roda ekonomi kerakyatan bagi UMKM lokal. Interaksi belanja yang hangat di sepanjang area bazar terbukti ampuh memberi dorongan nyata bagi pertumbuhan ekonomi warga.

Keseruan agenda pesta rakyat ini biasanya diadakan di Alun-Alun Wates. Meski begitu dalam beberapa kesempatan, perayaan ini juga pernah diboyong ke tempat lain seperti Taman Budaya Kulon Progo (TBK). Dan spesial pada 2026 ini, Manunggal Fair telah hadir untuk menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo. Tahun ini, gelaran tersebut mengusung tema penuh makna, yaitu "Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia".

3. Rangkaian acara HUT Kulon Progo ke-75

profil guyon waton (instagram.com/guyonwatonofficial)

Kabupaten Kulon Progo merayakan hari jadinya yang ke-75 pada 2026 dengan berbagai acara yang memadukan budaya, hiburan, sekaligus potensi ekonomi lokal. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Manunggal Fair di Alun-alun Wates, yang menghadirkan pameran UMKM kreatif, pasar malam, hingga panggung seni dari berbagai daerah. Beragam kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut merasakan kemeriahan perayaan Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo.

Rangkaian peringatan juga diisi dengan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kulon Progo. Ziarah yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) itu dipimpin oleh Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan dan dibagi menjadi empat rombongan, salah satunya mengunjungi Makam Raja-raja Mataram di Imogiri serta makam KPH Suryoningrat yang dikenal sebagai Bupati pertama Kulon Progo di Kotagede. Rangkaian acara kemudian berlanjut hingga puncak peringatan pada 15 Oktober 2026, yang diisi dengan upacara adat Jawa dan pemberian penghargaan kepada sejumlah figur berprestasi di Alun-alun Wates.

Kemerihaan perayaan HUT Kulon Progo ke-75 akan berlanjut dalam Pesta Rakyat yang digelar pada 17 Oktober 2026 di Panggung Utama Alun-alun Wates. Acara tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian perayaan dengan Grand Final Festival Band Pelajar se-DIY dan penampilan grup musik Guyon Waton sebagai bintang tamu yang memang merupakan salah satu band asal Kulon Progo. Masyarakat bisa menikmati seluruh kemeriahan acara tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya.

Di balik kemeriahan HUT Kulon Progo, tersimpan perjalanan sejarah panjang yang membuat 15 Oktober memiliki arti khusus bagi daerah ini. Dari penyatuan Kulon Progo dan Adikarta hingga berbagai perayaan yang digelar pada 2026, setiap rangkaiannya menjadi cara untuk mengenang masa lalu sekaligus merayakan perjalanan daerah yang disebut 'Jewel of Java' tersebut. Jadi, kini kamu sudah tahu kan alasan di balik 15 Oktober sebagai hari jadi Kulon Progo yang kaya makna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article