Penampilan The Cottons dalam acara Soundrenaline “Sana Sini di Yogyakarta”, di Ambarrukmo Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Penampilan lain yang mencuri perhatian datang dari duo indie pop asal Jakarta, The Cottons. Beranggotakan Kaneko Pardede dan Yehezkiel Tambun, mereka tampil pada slot prime time dan mendapat sambutan meriah dari penonton.
Di balik penampilan energik tersebut, Kaneko mengaku sempat merasakan ketegangan melihat antusiasme penonton. Ia menyebut perjalanan The Cottons sejak kembali merilis karya pada 2024 berkembang di luar ekspektasi awal. Saat itu, mereka tidak memasang target besar dan hanya ingin kembali memperkenalkan musik kepada pendengar.
"Pas muncul kembali di 2024 itu sebenarnya nothing to lose saja, pokoknya rilis lagu. Tapi ternyata bisa diterima pendengar yang semakin hari semakin banyak, bahkan bisa main di Soundrenaline di beberapa titik. Itu lumayan di luar ekspektasiku," ujar Kaneko seusai tampil.
Sementara itu, Yehezkiel memiliki pandangan berbeda mengenai perjalanan mereka. Ia menilai aktivitas bermusik sejak 2024 bukanlah sebuah comeback, melainkan fase ketika The Cottons mulai menjalani musik dengan lebih serius.
Menurutnya, pada awal terbentuk sekitar 2016, mereka masih belum sepenuhnya menentukan arah bermusik, apakah akan menjadikannya proyek serius atau sekadar merilis lagu.
"Saya sih enggak pernah ngerasa comeback, karena sebenarnya tahun 2016 itu kita mulainya setengah-setengah antara nge-band serius atau cuma sekadar rilis lagu. Nah, di 2024 konsepnya merilis lagu yang lebih serius karena ada tawaran manggung untuk pertama kali. Jadi tepatnya bukan comeback, tapi baru memulai yang lebih serius," jelas Yehezkiel.