Pembangunan JJLS Kelok 23 Capai 89 Persen, Lebaran Belum Beroperasi

- Pembangunan JJLS Kelok 23 mencapai 89,317%, target selesai Juli dan dibuka Agustus 2026
- Kelok 23 belum bisa dibuka saat Lebaran, namun dapat dilalui kendaraan darurat
- Pembangunan Kelok 23 menelan anggaran Rp340 miliar, berpotensi dorong ekonomi masyarakat Bantul dan Gunungkidul
Bantul, IDN Times -Koordinator Lapangan Satker Pengelola Jalan Nasional Wilayah Gunungkidul, Sukiswandi, menyebut progres pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kretek, Kabupaten Bantul, dengan Girijati, Kabupaten Gunungkidul, telah mencapai 89,317 persen. Dengan capaian tersebut, proyek ini masih menyisakan sekitar 10 persen lebih sebelum dapat beroperasi.
"Kekurangan progres 10 persen lebih itu yakni pembangunan jembatan, bore pile hingga aspal," katanya saat mendampingi inspeksi mendadak (sidak) Komisi C DPRD DIY ke Kelok 23, Rabu (21/1/2026).
1. . Pembangunan Kelok 23 ditargetkan selesai Juli, dibuka Agustus

Sukiswandi menargetkan pekerjaan pembangunan jembatan, bore pile, dan pengaspalan dapat diselesaikan pada Juli 2025. Dengan begitu, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 diharapkan sudah bisa dibuka atau dioperasionalkan pada Agustus 2026.
"Yang menjadi kendala pembangunan jembatan sepanjang 40 meter yakni pemesanan girder dari Surabaya. Kalau pemesanan cepat dikirim maka segera kita pasang dan selesai bulan Juli. Namun jika terlambat, maka bulan Agustus harapan kita selesai dipasang girdernya," terangnya.
Ia menambahkan, setelah pembangunan jembatan rampung, pekerjaan yang tersisa adalah pembangunan badan jalan di wilayah Gunungkidul sepanjang 1,9 kilometer, tepatnya di kawasan Kebun Nanas, Girijati.
"Kalau yang masuk wilayah Bantul pembangunan JJLS sudah selesai hanya di wilayah Gunungkidul sepanjang 1,9 kilometer yang saat masih digarap," tuturnya.
2. Libur Lebaran Kelok 23 belum dibuka

Sukiswandi menegaskan, karena pembangunan Kelok 23 belum rampung 100 persen, jalur tersebut dipastikan belum bisa dibuka saat arus mudik Lebaran mendatang. Meski demikian, dalam kondisi darurat, Kelok 23 masih dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
"Kita pasang empat portal di sepanjang Kelok 23, hanya dalam kondisi darurat saja bisa dilewati dan tidak semua masyarakat bisa akses Kelok 23," pungkasnya.
3. Kelok 23 dorong ekonomi masyarakat Bantul dan Gunungkidul

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiantoro, menyebut pembangunan Kelok 23 yang menghubungkan Kretek dan Girijati menelan anggaran sebesar Rp340 miliar yang bersumber dari APBN. Ia menilai anggaran tersebut memang tidak terlalu besar untuk skala nasional, namun tergolong besar bagi DIY. Meski demikian, pembangunan Kelok 23 yang membelah tebing dinilai mengorbankan daya dukung lingkungan sehingga pemanfaatan jalan ke depan harus benar-benar diperhatikan.
"Kedepan pemanfaatan pengguna jalan keamanannya benar-benar terjamin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nur Subiantoro mengatakan keberadaan Kelok 23 berpotensi mengungkit perekonomian masyarakat Bantul. Apalagi, Jembatan Pandansimo di sisi barat Bantul saat ini juga telah beroperasi.
"Yang jelas selain mendongkrak ekonomi masyarakat Bantul dan Gunungkidul maka keberadaan Kelok 23 yang mengurangi data dukung lingkungan maka Pemda DIY ketika Kelok 23 beroperasi maka Pemda DIY harus segera diberikan program-program untuk menutup daya dukung lingkungan yang berkurang tadi," tambah anggota Komisi C DPRD DIY, Aslam Ridlo.

















