Lahan Pengganti SDN Nglarang Terdampak Tol Jogja-Solo Berubah

- Jasa Marga, Dinas Pendidikan, dan pihak desa sepakat mengenai penggantian lahan untuk SDN Nglarang yang terdampak Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2.
- Site plan sudah diverifikasi dengan pihak desa dan sekolah, tapi masih ada masukan perubahan terutama terkait tata letak ruangan seperti gudang dan laboratorium.
- Kontraktor akan memulai survei, pengukuran, dan penimbunan lahan untuk menyesuaikan kondisi lahan serta memastikan pembangunan sekolah baru dapat menampung segala fasilitas yang ada di gedung sebelumnya.
Sleman, IDN Times - Lokasi lahan untuk bangunan baru atau pengganti SDN Nglarang, Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction berganti.
Penggantian lokasi tak lepas dari status Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada tanah yang semula diperuntukkan untuk bangunan pengganti sekolah.
Adapun lahan baru untuk bangunan pengganti ini lokasinya berada di sebelah timur Nglarang. Luasnya sekitar empat ribu meter persegi dan berstatus Tanah Kas Desa (TKD).
1. Jasa Marga, Dinas Pendidikan dan pihak desa teken kesepakatan
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan, dari segi aspek lahan telah disepakati pergantian calon lahan pembangunan SDN Nglarang.
Kesepakatan yang difasilitasi Pemkab Sleman itu mengikat perjanjian antara Jasa Marga dan Dinas Pendidikan, serta pihak desa. Kontraktor pun sudah memverifikasi site plan dan berencana mengukur luasan lahan pengganti dalam waktu dekat.
"Berpindah tempatnya disesuaikan dengan tempat baru yang secara perizinan terpenuhi semuanya. Jadi memang peruntukannya bisa masuk untuk SD, walaupun secara statusnya sama-sama Sultan Ground," kata Agung, Senin (12/1/2026).
2. Revisi tata letak ruangan sekolah

Menurut Agung, site plan sudah diverifikasi dengan pihak desa dan sekolah. Dalam prosesnya, terdapat beberapa masukan perubahan yang diajukan, dan kini tengah direvisi untuk diserahkan ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman.
Masukan yang diajukan pihak desa maupundan sekolah paling banyak mengenai tata letak ruangan, yaitu letak gudang dan laboratorium.
"Mungkin karena lebih strategis, misalnya gudang atau laboratorium itu harus ditempatkan dimana untuk segi keamanan, kan di situ ada aset-aset komputer dan yang lain-lain, itu kan lebih pasnya dimana. Secara prinsip (site plan) oke, tapi cuma geser-geser tempat saja," imbuhnya.
3. Pembangunan sekolah baru akan menampung semua ruangan seperti sebelumnya
Selama proses revisi dan administrasi site plan, Agung mengatakan kontraktor akan memulai survei, pengukuran serta mengkalkulasi tingkat elevasi lahan di lokasi pemindahan sekolah. Pengukuran lahan imbuh Agung menggunakan theodolite, teknologi guna mengukur batas-batas lahan secara jelas.
"Kalau pengukuran minggu ini sama minggu depan. Kami pastikan fix batas-batasnya," ungkapnya.
Setelah tahap itu, kontraktor akan melakukan penimbunan lahan untuk menyesuaikan kondisi lahan. Pembangunan sekolah baru bakalan menampung segala fasilitas yang ada di gedung sebelumnya.
"Ya kita (pengerjaan) secepatnya, Mas. Nanti tinggal setelah desainnya jadi semuanya itu nanti kan segera dilakukan konstruksi," pungkasnya.

















