Yogyakarta, IDN Times – Peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi Pertamax ke BBM subsidi Pertalite mulai terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pergeseran konsumsi tersebut turut membuat realisasi penyaluran Pertalite melampaui kuota yang ditetapkan pemerintah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, mengatakan konsumsi Pertalite di DIY dan Jawa Tengah menunjukkan peningkatan seiring migrasi BBM nonsubsidi. "Memang sudah terjadi migrasi konsumsi ya, non subsidi Pertamax ke Pertalite. Pertalite sekarang konsumsi naik sekitar 7 persen," kata Taufiq, di Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, peningkatan konsumsi tersebut berdampak pada antrean di sejumlah SPBU. Kondisi antrean bahkan membuat beberapa SPBU harus mengambil inisiatif untuk mempercepat pelayanan kepada konsumen. Terlebih, kondisi cuaca yang panas dapat membuat konsumen tidak nyaman ketika harus mengantre dalam waktu lama.
"Masing-masing SPBU itu berinisiatif bagaimana caranya supaya antrean cepat. Karena cuacanya panas sekarang, seorang antre, hawanya emosi. Sehingga masing-masing SPBU berusaha bagaimana caranya melakukan inisiatif untuk mempercepat antrean," ujar Taufiq.
