Sleman, IDN Times - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri Teguh Setyabudi, menargetkan tahun ini sebanyak 25 persen penduduk atau 50 juta warga melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital melalui aplikasi yang terhubung di ponsel. Aplikasi ini bertujuan meminimalkan penggunaan berkas fisik dalam mengurus layanan publik.
Kemendagri Targetkan Tahun Ini 50 Juta Warga Gunakan KTP Digital

Take a Deeper Read
1. Terintegrasi dengan sistem layanan BPJS
Rencananya aplikasi bakal terintegrasi dengan sistem layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, layanan bantuan sosial dari pemerintah, layanan Kartu Indonesia Pintar hingga keperluan check in di bandara dan stasiun kereta api.
“Target kita 25 persen atau 50 juta penduduk untuk tahun ini sudah teregistrasi IKD,” kata Teguh dikutip laman resmi UGM, Rabu (3/5/2023).
2. Bakal terakses dengan layanan imigrasi
Menurutnya, adanya IKD bisa terakses dengan semua layanan. Pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan pihak Imigrasi. “Adanya IKD ini maka pelayanan administrasi jadi semakin mudah, cepat, efektif dan efisien, bahkan mampu menghemat anggaran pengadaan blangko E-KTP,” katanya.
3. Targetkan 10 ribu mahasiswa UGM
Selama 3 hari hingga 5 Mei, Kemendagri menargetkan sebanyak 10 ribu sivitas akademika UGM sudah melakukan aktivasi IKD.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Bawaslu Temukan Pemilih Pemula di Sleman Tak Punya KTP01 May 2023, 22:07 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Siapa Cawapres yang akan Dampingi Ganjar? Ini Kata Pakar UGM27 Apr 2023, 13:00 WIB