Yogyakarta, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berupaya memperluas keterlibatan produk unggulan daerah dalam rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Upaya ini dilakukan melalui Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Yogyakarta yang telah digelar pada 23–25 Oktober 2026. Ajang ini melibatkan 121 UMKM serta menggelar temu bisnis untuk membuka peluang kemitraan dan memperluas akses pasar.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menilai Yogyakarta memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Potensi tersebut mencakup industri kreatif, kerajinan, fesyen muslim, serta produk pangan dan kuliner halal.
“Jika di kota-kota sebelumnya kita memperkuat basis rantai produksi dan logistik, maka di Yogyakarta ini kita hadir untuk memberi panggung bagi daya cipta, inovasi, dan nilai tambah produk keumatan,” ujar Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan saat pembukaan.
