Hujan Mulai Turun, Upaya Penanganan Kekeringan di DIY Masih Lanjut

- BPBD DIY tetap menangani kekeringan melalui distribusi air bersih hingga akhir November atau awal Desember 2026, meski hujan ringan hingga sedang mulai berpotensi turun.
- Sejak Juni–Oktober 2026, empat kabupaten di DIY telah menerima total 15.034.500 liter air bersih, dengan volume terbesar disalurkan di Bantul.
- Penanganan kekeringan melibatkan pemerintah, organisasi, dan pihak swasta; SAPMA Pemuda Pancasila DIY menyalurkan bantuan bagi warga Gunungkidul bersama BPBD setempat.
Yogyakarta, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih melakukan penanganan kekeringan di sejumlah wilayah melalui distribusi air bersih. Upaya penanganan kekeringan tersebut juga didukung berbagai pihak.
Ruruh menyebut upaya penanganan kekeringan masih berlanjut hingga akhir November atau awal Desember 2026, seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah DIY masih berada dalam musim kemarau.
Ruruh mengatakan hujan yang berpotensi turun dalam periode tersebut diperkirakan masih berada pada kategori ringan hingga sedang.
"Sampai dengan akhir November atau awal Desember masih musim kemarau menurut prediksi BMKG. Kalaupun hujan, masih kategori hujan ringan dan sedang. Kekeringan masih terus kita tangani dengan dropping air," ujar Ruruh, Senin (25/10/2026).
Sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian dalam penanganan kekeringan di antaranya Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo. Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air selama musim kemarau.
1. BPBD salurkan jutaan liter air bersih

Penyaluran air bersih di wilayah Gunungkidul, Minggu (25/10/2026). (Dok. Istimewa) Berdasarkan data penanganan kekeringan di sejumlah kabupaten di DIY, distribusi air bersih telah dilakukan sejak Juni hingga Oktober 2026. Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan volume penyaluran terbesar, disusul Gunungkidul dan Kulon Progo.
Di Kabupaten Kulon Progo, BPBD setempat melakukan distribusi air bersih pada periode 4 Juli hingga 25 Oktober 2026. Penyaluran menjangkau tujuh kapanewon, yakni Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Panjatan, Pengasih, Temon, dan Samigaluh, dengan total 3.044.000 liter air.
Sementara itu, di Kabupaten Bantul, distribusi air berlangsung pada 21 Juni hingga 22 Oktober 2026. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Bantul, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta dukungan donasi. Sebanyak sembilan kapanewon menjadi sasaran penyaluran, yaitu Bambanglipuro, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pajangan, Piyungan, Pundong, Sedayu, dan Srandakan. Total air bersih yang disalurkan mencapai 6.813.000 liter.
Di Kabupaten Gunungkidul, distribusi air bersih dilakukan BPBD setempat pada periode 24 Juni hingga 13 September 2026. Penyaluran mencakup 11 kapanewon, meliputi Ngawen, Panggang, Rongkop, Tepus, Saptosari, Ponjong, Girisubo, Nglipar, Purwosari, Semin, dan Wonosari. Total bantuan air bersih yang disalurkan mencapai 4.456.000 liter.
Adapun di Kabupaten Sleman, BPBD setempat menyalurkan 721.500 liter air bersih selama periode 22 Juli hingga 6 Oktober 2026. Distribusi menjangkau sembilan kapanewon, yakni Cangkringan, Godean, Minggir, Tempel, Moyudan, Pakem, Seyegan, Sleman, dan Turi. Secara keseluruhan, berdasarkan data empat kabupaten tersebut, volume air bersih yang telah disalurkan mencapai 15.034.500 liter.
2. Libatkan organisasi dan pihak swasta

Penyaluran air bersih di wilayah Gunungkidul, Minggu (25/10/2026). (Dok. Istimewa) Penanganan kekeringan di DIY tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Sejumlah pihak swasta dan organisasi turut berpartisipasi membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya dilakukan Pengurus Wilayah Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila DIY yang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan bakti sosial tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SAPMA Pemuda Pancasila Nasional. Bantuan menyasar masyarakat di Dusun Kedungkeris dan Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan BPBD Kabupaten Gunungkidul, mulai dari penentuan lokasi penerima manfaat hingga proses penyaluran bantuan.
Ketua PW SAPMA Pemuda Pancasila DIY, Yonathan Agung Doxa Pratama, mengatakan bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. "Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Yonathan.
Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan, terutama ketika masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air akibat musim kemarau. Karena itu, ia menilai kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah penting untuk memperluas jangkauan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
3. HUT jadi momentum pengabdian masyarakat

Penyaluran air bersih di wilayah Gunungkidul, Minggu (25/10/2026). (Dok. Istimewa) Yonathan menambahkan, peringatan HUT SAPMA Pemuda Pancasila Nasional tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial organisasi. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat.
"Bagi kami, peringatan HUT ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kepedulian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin semangat solidaritas dan gotong royong terus menjadi bagian dari gerakan SAPMA Pemuda Pancasila DIY," tuturnya.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk keterbatasan akses air bersih selama musim kemarau.




















