Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hujan Lebat dan Angin Kencang di Bantul, Belasan Pohon Tumbang

Pohon Ilustrasi pohon tumbang tutup akses jalan. (Dok.BPBD Bantul)
Pohon Ilustrasi pohon tumbang tutup akses jalan. (Dok.BPBD Bantul)
Intinya sih...
  • Tidak ada korban jiwa yang meninggal atau terluka, tapi terdapat kerugian materi
  • Pohon rapuh harus segera ditebang untuk menghindari bencana lebih lanjut
  • Posko FPRB di setiap kalurahan diminta siaga 24 jam untuk mengantisipasi bencana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Hujan lebat disertai angin kencang yang berlangsung Senin (22/2/2026) sore, menyebabkan 12 pohon tumbang di sejumalh wilayah kapanewon di Bantul.

‎Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo mengatakan, pohon tumbang di Kapanewon Srandakan, Pajangan, Pandak, dan Bantul terjadi di dua tiitk. Sedangkan Kapanewon Sedayu tiga titik, dan Pleret satu titik. "Pohon yang tumbang tersebut menimpa rumah, jaringan listrik dan menutup akses jalan," katanya.

‎1. Tidak ada korban jiwa yang meninggal atau terluka

Ilustrasi pohon tumbang tutup akses jalan. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi pohon tumbang tutup akses jalan. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Menurutnya, tidak ada warga yang terluka atau meninggal dunia, tapi terdapat tumah uang tertimpa pohon tumbang. ia mengaku belum mengetahui besaran kerugian yang dialami warga.

"Untuk besaran kerugian tim masih melakukan asesmen di lapangan," ungkapnya.

‎2. Minta pohon yang rapuh segera ditebang

Ilustrasi Pohon tumbang timpa studio foto di Pundong Bantul.(Dok.Polres Bantul)
Ilustrasi Pohon tumbang timpa studio foto di Pundong Bantul.(Dok.Polres Bantul)

Ia menyebut, puncak hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan terjadi pada bulan Februari. Pihaknya berharap warga yang punya pohon sudah rapuh, untuk segera menebang. Sementara warga yang tinggal di perbukitan untuk mewaspadai potensi bencana tanah longsor.

"Bagi warga yang tinggal tak jauh dari bantaran sungai untuk mewaspadai potensi banjir. Kita akan selalu memperbaharui prakiraan cuaca agar masyarakat lebih waspada potensi bencana hidrometeorologi," ungkapnya.

3. Posko FPRB diseluruh kalurahan diminta siaga 24 jam

Ketua FPRB Bantul Waljito.(IDN Times/Daruwaskita)
Ketua FPRB Bantul Waljito.(IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul, Waljito mengatakan seluruh FPRB diminta waspada selama 24 jam untuk mengantisipasi bencana terutama banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

"Posko FPRB di setiap kalurahan harus 24 jam dibuka, sehingga ketika ada bencana ada tindakan yang cepat dilakukan. Misalnya ada pohon tumbang, FPRB bisa bergerak dengan cepat membawa peralatan seperti senso dan tali tambang, atau yang lainnya untuk mengondisikan pohon yang tumbang tersebut," ujarnya.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Tekan Kecelakaan, Dishub Bantul Bakal Bangun 484 Lampu Penerangan Jalan

12 Jan 2026, 23:15 WIBNews