Ilustrasi hujan es (IDN Times/Arief Rahmat)
Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto, mengatakan informasi kejadian tersebut pertama kali diterimanya dari seorang warga yang merupakan kakak pemilik rumah.
Peristiwa itu diperkirakan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, ketika terdengar suara benturan keras dari bagian atas bangunan. "Jadi ya sempat bingung kok ada benda asing. Nah ternyata setelah dilihat ternyata es itu, jatuh dari atas. (Ukuran) ya sekitar 20 centimeter diameternya," kata Bayu saat dihubungi, Senin (2/11/2026).
Bayu memperkirakan benda yang jatuh semula merupakan satu bongkahan es berukuran lebih besar. Namun, saat menghantam bangunan, es tersebut diduga pecah menjadi dua bagian besar serta sejumlah pecahan kecil.
Dugaan itu muncul setelah warga menemukan beberapa bagian es di sekitar rumah yang terdampak. Benturan benda tersebut mengakibatkan atap dan plafon rumah mengalami kerusakan.
"Jadi kayaknya tuh setelah nabrak atap rumah itu pecah itu kayaknya, esnya itu. Wong yang kecil-kecil tuh banyak pecahannya itu," katanya.
Meski demikian, Bayu belum bisa memastikan dari mana asal bongkahan es tersebut. Ia juga merasa kejadian ini aneh karena tidak disertai hujan, meskipun kondisi langit di kawasan Jodog sempat mendung.
Kejadian tersebut sempat memunculkan dugaan berkaitan dengan fenomena hujan es. Namun, Bayu menilai dugaan itu masih perlu dipastikan karena dampaknya hanya ditemukan di satu lokasi rumah warga.
"Enggak ada, enggak ada hujan, enggak ada apa-apa, cuman satu titik itu tok. Yang ya agak besar itu ya yang yang tadi sempat bikin heboh," imbuh dia.
Bayu memastikan peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban luka, karena kondisi rumah juga kosong ditinggal ke luar kota oleh pemiliknya.