Yogyakarta, IDN Times - Film Empat Musim Pertiwi tidak sekadar menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga membawa isu kekerasan seksual terhadap perempuan yang masih menjadi persoalan di Indonesia. Melalui film garapan sutradara Kamila Andini ini, produser Ifa Isfansyah ingin menyuarakan pengalaman para korban sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih berani membicarakan isu tersebut.
“Film-film yang saya buat itu sebenarnya film-film yang memang berbasis isu yang pengen disampaikan,” ujar Ifa, di XXI Empire Yogyakarta, Selasa (13/10/2026) malam.
Menurutnya, isu perempuan menjadi salah satu perhatian Kamila dalam karyanya. Proses pengembangan cerita Empat Musim Pertiwi berlangsung sejak 2017, ketika pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi salah satu konteks yang melatarbelakangi pengembangan gagasan film tersebut.
Meski regulasi terkait kekerasan seksual telah disahkan, Ifa menilai pendampingan terhadap korban dan pembicaraan mengenai persoalan ini masih perlu terus dilakukan. Film menjadi salah satu medium untuk membuka ruang pembicaraan tersebut.
“Ceritanya berkembang terus sampai sekarang disahkan pun sebenarnya kita masih terus harus mendampingi. Itu yang kami rasa memang harus mulai ada film-film yang berani membicarakan isu itu,” katanya.
