Comscore Tracker

Heboh, Ketua Komisi A DPRD Bantul Makan Bareng Owner Litto

Tak etis bertemu dengan pengusaha yang sedang berperkara

Bantul, IDN Times - ‎Anggota DPRD Bantul dibuat heboh dengan beredarnya foto jamuan makan antara Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Salim dan keluarga dengan owner dan manajemen Little Tokyo (Litto).

Padahal, saat ini Litto diketahui sedang bermasalah terkait dengan belum adanya sejumlah izin pendirian bangunan hotel dan resto berlantai lima di Padukuhan Gunung Cilik, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.

Baca Juga: Sudah Bikin Surat Pernyataan, Litto Masih Nekat Membangun

1. Meski ajak keluarga, jabatan Ketua Komisi A tetap melekat pada Agus Salim

Heboh, Ketua Komisi A DPRD Bantul Makan Bareng Owner LittoSekretaris Komisi A DPRD Bantul, Jumakir.(IDN Times/Daruwaskita)

Sekretaris Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, angkat bicara terkait pertemuan antara Ketua Komisi A bersama keluarga bersama manejemen dan owner Litto yang dibalut dengan jamuan makan.

Politisi PPP ini mengatakan, meski pertemuan makan malam antara Agus Salim bersama keluarganya (istri dan anak) dengan manajemen dan owner Little Tokyo adalah urusan pribadi, hal ini tidak bisa dipisahkan dengan posisi Agus Salim sebagai Ketua Komisi A karena jabatan itu melekat.

"Ya kita tidak bisa melarang hak pribadi Ketua Komisi A untuk bertemu siapa saja termasuk manajemen dan owner Little Tokyo. Tapi anggota dewan yang lainnya dan masyarakat yang tahu permasalahan Little Tokyo tindakan tersebut tidak etis," ungkapnya, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, pertemuan tersebut bisa banyak orang berspekulasi bahwa DPRD Bantul akan memuluskan jalan bagi Little Tokyo dalam memperoleh izin hingga praduga lainnya.

"Secara kelembagaan DPRD maka sedikit banyak pasti ada imbasnya karena masalah perizinan Little Tokyo hampir disorot oleh semua komisi dan pimpinan DPRD Bantul," ungkapnya.

Lebih jauh, Jumakir mengatakan saat ini Litto lebih baik untuk fokus dengan mengurus perizinan yang sampai saat ini belum kelar.

"Sekarang itu fokus saja untuk mencari perizinan seperti yang diminta DPRD Bantul. Sebelum mendapatkan izin pembangunan harus berhenti termasuk operasional resto dan hotel juga tutup," ungkapnya.

2. Resto Little Tokyo ternyata tetap buka‎

Heboh, Ketua Komisi A DPRD Bantul Makan Bareng Owner LittoPertemuan Komisi A DPRD Bantul dengan manajemen Litto pada Kamis (23/9/2021).IDN Times/Daruwaskita)

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Bantul, Petrus Lanjar, mengatakan apa yang dilakukan oleh Agus Salim dan keluarga menghadiri undangan makan oleh manajemen Litto secara etika moral dan fungsinya sebagai pengawas tidak pas.

"Fungsi dari DPRD itu kan salah satunya melakukan pengawasan. Namun ketika menghadiri undangan dengan pengusaha yang sedang berperkara tentunya tidak pas dengan ketugasannya meski itu hanya urusan pribadi namun tetap saja melekat sebagai Ketua Komisi A," ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan bahwa kegiatan jamuan makan yang dilakukan oleh manajemen dan owner Litto juga menunjukkan bahwa Litto tidak menaati aturan karena tetap nekat membuka resto meski belum mengantongi izin.

"Harusnya siapapun tamunya tidak dilayani karena resto dan hotel tutup karena belum memiliki izin. Di sisi lain Ketua Komisi A ini juga justru menabrak rekomendasi agar pembangunan dan operasional resto dan hotel Little Tokyo dihentikan atau ditutup," teranganya.

3. Tak ada perbincangan serius hanya ngobrol "ngalor-ngidul"‎

Heboh, Ketua Komisi A DPRD Bantul Makan Bareng Owner LittoFoto makan bersama antara Ketua Komisi A DPRD Bantul dengan owner Little Tokyo tersebar di kalangan DPRD Bantul. (Dok. Istimewa)

Sementara ketika dikonfirmasi, Agus Salim mengaku menghadiri jamuan makan di Litto atas undangan dari pihak Litto. Ia mengatakan owner Litto, Winarno, sedang pulang ke Yogyakarta dan ingin berbincang-bincang agar lebih dekat dan saling mengenal.

"Yang undang saya melalui WhatsApp mas Wawan (GM Litto), kemudian saya sanggupi datang ke Little Tokyo pada Sabtu (16/10/2021) malam sekalian bersama dengan istri dan anak," katanya.

Politisi PKB ini mengaku, tidak ada perbincangan yang serius apalagi terkait dengan masalah perizinan Little Tokyo yang sampai hari ini belum selesai.

"Sama tidak ada pembicaraan yang serius, hanya obrolan ngalor-ngidul, tidak ada obrolan serius seperti tak bantu masalah perizinan. Wong saya juga sempat bilang ke owner Little Tokyo jika pertemuan dengan jamuan makan diunggah ke media sosial bisa geger," ujarnya.

"Owner Little Tokyo, Winarno juga memberikan penawaran mumpung belum buka jika ada acara baik keluarga atau dari DPRD Bantul bisa menggunakan Little Tokyo," tambahnya lagi.‎

‎Agus Salim mengatakan jika apa yang diucapkan tidak sesuai yang diucapkan anggota Komisi B atau komisi lainnya maka bisa langsung dikonfirmasi dengan manajemen dan owner Litto.

"Silakan dikonfirmasi saja sama dengan orangnya Little Tokyo. Bahkan saat saya dan keluarga waktu itu juga ada istri dan anak salah satu pejabat Pemkab Bantul yang juga main ke Little Tokyo," jelasnya.

Lebih jauh Agus Salim mengatakan dalam pertemuan diakui sempat mengingatkan agar masalah perizinan segera diselesaikan namun oleh owner Litto dijawab perizinan akan selesai bulan November dan Desember selesai.

"Jadi bab izin saya hanya ingatkan agar diselesaikan dan Pak Winarno (owner) Little Tokyo berjanji akan menyelesaikan di bulan November dan Desember mendatang," terangnya.

4. Izin prinsip yang dimiliki Little Tokyo tak berlaku lagi‎

Heboh, Ketua Komisi A DPRD Bantul Makan Bareng Owner LittoSurat Izin Prinsip yang dikeluarkan oleh mantan Bupati Bantul, Suharsono.(doc.Komisi A DPRD Bantul)

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis, mengatakan dari awal proses perizinan Little Tokyo sudah menabrak aturan yang ada. Mulai dari izin prinsip yang seharusnya hanya untuk satu lantai, ternyata dibangun lima lantai.

"Ya sampai kapanpun izin tersebut tidak akan keluar karena sudah menyalahi dari izin prinsip yang dikeluarkan. Artinya izin prinsip dan izin ATR tak berlaku lagi," katanya.

Agar izin Little Tokyo keluar maka pihak Little Tokyo harus mencari izin dari nol kembali artinya harus mencari izin prinsip yang baru dari Bupati, izin ATR dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang untuk mencari izin yang lainnya.

"Selama itu tidak dilakukan maka izin Little Tokyo tidak akan keluar. Jika keluar maka pasti ada sesuatunya," kata politisi PAN ini.‎

Baca Juga: DLH dan DPUPKP Bantul Pastikan Litto Belum Urus Amdal dan IMB

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya