Comscore Tracker

Harga Bibit Bawang Merah di Bantul Selangit, Petani Mengeluh

DPRD Bantul dorong DKKP produksi bibit sendiri

Bantul, IDN Times - ‎Menjelang masa tanam (MT) II bawang merah di Kabupaten Bantul pada bulan Juni atau Juli mendatang, harga bibit bawang merah jenis Tajuk justru melonjak 100 persen dibandingkan MT I. Hal ini karena bibit jenis tersebut banyak diburu petani.

Baca Juga: PMK Merebak, Pedagang Ternak di Bantul Pilih Beli Sapi Lokalan

1. Harga bibit bawang merah pada MT 2 menyentuh harga Rp 50 ribu perkilo‎

Harga Bibit Bawang Merah di Bantul Selangit, Petani MengeluhBibit bawang merah jenis Tajuk yang harganya melonjak tajam jelang MT 2 di Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Salah satu pemasok bibi bawang merah di Bantul, Abdul Mukid, mengatakan harga bibit jenis Tajuk pada MT I berkisar Rp25-26 ribu per kilogram. Namun, kini harganya sudah hampir Rp50 ribu per kg.

"Dari gudang bibit di Nganjuk, Jawa Timur, harga bibit bawang merah jenis Tajuk yang akan ditanam bulan Juli sudah mencapai Rp48 ribu per kilogram. Ditambah biaya transportasi dan biaya lainnya sampai ke Bantul sudah mencapai Rp 50 ribu per kilo bahkan bisa lebih," katanya, Kamis (19/5/2022).

"Apalagi bibit bawang untuk tanam bulan Juni pasti lebih mahal," tambahnya lagi.

2. Hukum ekonomi menyebabkan harga bibit bawang merah melonjak‎

Harga Bibit Bawang Merah di Bantul Selangit, Petani MengeluhBibit bawang merah jenis Tajuk yang harganya melonjak tajam jelang MT 2 di Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Melonjaknya harga bibit jenis Tajuk ini, kata Mukid, disebabkan tingginya permintaan bibit dari petani. Selain memenuhi kebutuhan di Nganjuk dan sekitarnya, bibit juga dicari petani dari luar Nganjuk seperti Kabupaten Bantul.

"Ya hukum dagang, ketika stok terbatas permintaan melonjak harga pasti naik. Pada MT II ini sebagian besar petani di Bantul bagian selatan menanam bawang merah yang bersamaan dengan musim kemarau. Saya memperkirakan kebutuhan bibit bawang merah untuk petani di Bantul sendiri mencapai 500 ton. Jumlah yang tidak sedikit," terangnya.

3. Bibit bawang merah jenis Tajuk cocok ditanam saat kemarau

Harga Bibit Bawang Merah di Bantul Selangit, Petani MengeluhBibit bawang merah jenis Tajuk yang harganya melonjak tajam jelang MT 2 di Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Murtijo, pedagang bibit bawang merah lainnya, mengaku harga jual bibit bawang merah jenis Tajuk untuk tanam bulan Juli sudah mencapai Rp47 ribu per kg. Namun, karena permintaan tinggi, diperkirakan harga bibit bawang merah pada pekan depan akan tembus di atas Rp50 ribu per kg.

"Dari gudang bibit bawang merah jenis Tajuk di Nganjuk setiap hari harganya berubah dan stoknya juga semakin menipis karena kebutuhan petani di Nganjuk dan sekitarnya juga tinggi," ungkapnya.

Murtijo menambahkan, bibit bawang merah Tajuk mempunyai keunggulan saat ditanam di musim kemarau. Sebab, hasil panennya lebih banyak jika dibandingkan bawang merah Jenis Bima asal Brebes, Jawa Tengah.

"Harga bibit bawang merah jenis Bima lebih cocok ditanam saat musim hujan karena lebih tahan dengan air. Namun jika ditanam saat musim kemarau produktivitasnya rendah sehingga kurang diminati petani," terangnya.

4. DPRD Bantul dorong DKKP Bantul memproduksi bibit sendiri

Harga Bibit Bawang Merah di Bantul Selangit, Petani MengeluhKetua Komisi B DPRB Bantul, Wildan Nafis memetuk buah jeruk yang siap panen. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Ketua Komisi B, DPRD Bantul, Wildan Nafis, mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk memproduksi bibit bawang merah sendiri. Dengan begitu, ketergantungan kepada pemasok bibit bawang merah dari luar daerah bisa diputus.

"Bantul kan sudah ditetapkan sebagai salah satu food estate Indonesia. Ketika masih tergantung dengan daerah lain maka akan sulit mewujudkan food estate terutama produk pertanian bawang merah," ungkapnya.

Komisi B, kata politisi PAN ini, juga siap untuk memperjuangkan anggaran untuk produksi bibit bawang merah di Bantul. Apalagi untuk tempat produksi serta kemampuan SDM yang ada di DKPP Bantul sudah mumpuni.

"Kalau masih butuh belajar untuk proses pembuatan bibit, kami juga sepakat jika SDM di DKPP Bantul dikirim ke Nganjuk untuk belajar proses pembuatan bibit bawang merah," ujarnya.‎

Baca Juga: Panen Raya, Petani Bawang Merah Bantul Raup Untung Besar 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya