Rangkaian Industrial Relations Conference (IR Conference) 2026 di The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta, Selasa (6/10/2026) malam. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Sementara itu, Direktur Utama PT Pusat Studi APINDO, Darwoto, mengatakan IR Conference tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-12. Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas isu aktual ketenagakerjaan dan hubungan industrial, termasuk perubahan regulasi serta tantangan dunia usaha ke depan.
Mengusung tema “Bukan Lagi Sekadar Upah”, konferensi ini membahas bagaimana dunia usaha menghadapi perubahan hubungan kerja, menyiapkan sumber daya manusia, serta mengantisipasi dinamika ekonomi.
“Sekarang ini kita menavigasi bagaimana hubungan kerja ke depan, karena tidak sekadar hanya upah saja, tapi juga bagaimana kita mengantisipasi perubahan-perubahan dan tantangan di masa yang akan datang,” kata Darwoto.
Ia menambahkan, pembahasan dalam konferensi turut menyoroti perkembangan regulasi ketenagakerjaan dan kesiapan praktisi sumber daya manusia dalam mengantisipasi perubahan aturan.
Dalam keterangan tertulisnya Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi yang mampu mempertemukan potensi lokal dengan jejaring dunia usaha secara berkelanjutan. “Yogyakarta memiliki potensi UMKM yang kuat dan beragam. Karena itu, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan para pelaku UMKM menjadi penting agar potensi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucap GKR Mangkubumi.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan dunia usaha, komunitas, dan pihak lainnya diperlukan agar program pengembangan UMKM sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Pemerintah daerah memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan UMKM. Kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas, dan pihak lainnya penting agar program pengembangan UMKM dapat semakin dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi APINDO, APINDO UMKM, Wismilak, ATC, Pura Nusantara, KADIN DIY, dan pemerintah daerah, pengembangan UMKM diharapkan tidak berhenti pada pendampingan, tetapi berlanjut pada perluasan akses pasar dan kemitraan bisnis. Semangat srawung yang diangkat dalam kegiatan tersebut menjadi pendekatan untuk membangun kepercayaan, mempertemukan kebutuhan, serta membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan antara UMKM dan dunia usaha.