Special Screening Suka Duka Tawa di Jogja Disambut Meriah

- Penonton di Jogja meriah sambut special screening film Suka Duka Tawa
- Sutradara berhasil ubah duka menjadi tawa dalam film perdananya
- Penggarapan cerita film ini memakan waktu lama, tapi hasilnya memuaskan
Yogyakarta, IDN Times – Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat kesempatan istimewa menyaksikan special screening film Suka Duka Tawa di Cinepolis Lippo Plaza Yogyakarta, Minggu (28/12/2025). Sambutan meriah pun datang dari para penonton.
Film yang mengangkat cerita komedi dan drama keluarga ini membuat tawa dan haru para penontonnya. Film yang sebelumnya menjadi penutup gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 nantinya akan diputar perdana di bioskop Indonesia pada Kamis (8/1/2026).
1. Sambutan meriah penonton di Jogja

Pada special screening ini, salah satu penonton, Tono, menilai film Suka Duka Tawa sangat menarik dengan perpaduan drama keluarga dan komedi. “Film ini patut ditunggu pastinya. Sangat menarik, ada lucunya, ada drama keluarganya,” kata Tono.
Penonton lainnya Wulan merasa senang dapat menonton lebih awal film Suka Duka Tawa. Menurutnya dalam film yang membawa cerita relasi anak dan orang tua memberi warna kuat. “Kuat sih ceritanya, ada rasa haru, banyak momen-momen lucu juga,” kata dia.
2. Ubah duka menjadi tawa

Sang sutradara Film Suka Duka Tawa, Aco Tenriyagelli, berhasil mengubah sebuah duka menjadi tawa dalam film perdananya itu. Aco menceritakan proses penggarapan film ini tidak lepas dari rasa haru. Film yang menyinggung hubungan anak dengan orang tua ini terasa dekat baginya. Film yang dibalut dengan komedi ini berhasil mengubah duka menjadi tawa.
“Kita (bersama Indriana Agustin) nulis kadang pakai Docs, chat-chatan, sering nangis, kenapa sedih banget. Film ini banyak cerita relasi anak dengan orang tua. Tentang kecanggungan anak bicara ke orang tua. Juga sulitnya orang tua ngungkapin kasih sayang ke anak canggung,” kata Aco.
Meski ada ‘duka’ dalam film ini, namun perpaduan cerita yang mengangkat tentang stand up comedy dan komedi TV diharap menghibur penonton. “Kita waktu nulis buat film ini harus ada harapan. Hopefully berbagi dan penuh tawa,” ungkap Aco.
3. Penggarapan suka duka tawa

Penulis skenario Indriani Agustiana (Indriana) mengungkapkan awal menggarap cerita film ini muncul pada tahun 2021. Saat itu Aco mengajaknya. “Awal Januari kemudian oke menarik, akhirnya development. Kita kenal dari kuliah. Dia itu cengeng sebenernya,” ucap Indri.
Indri mengaku proses development untuk Suka Duka Tawa ini cukup lama. Namun, melihat hasilnya dan bisa menjadi penutup dalam gelaran JAFF, ia sangat senang. “Akhirnya sampai di sini. Masih gak percaya,” ucapnya.
Produser Suka Duka Tawa, Ajish Dibyo menilai Aco memiliki kekuatan personalitas yang bisa relate dengan orang lain. “Orang lain punya konteks, bukan hanya Aconya, tapi juga sebenarnya ada hal-hal besar, isu-isu besar yang dia sampaikan,” ujar Ajish.
Sementara itu pemeran Tawa, Rachel Amanda mengaku sebenarnya tidak terlalu banyak mengikuti stand up comedy. Meski demikian, ia memiliki sejumlah referensi beberapa komika perempuan.
Amanda juga menyebut setelah banyak mendengar cerita di balik materi lucu dari komika, ternyata ada kisah sedihnya. “Jadi semakin tahu, dari materi lucu kalau tahu kisah aslinya sedih banget,” ucap Amanda.

















