5 Langkah Cerdas Menabung dari Gaji UMP Jogja, 2 Jutaan Cukup?

- Buat anggaran bulanan yang realistis, fokus pada kebutuhan utama agar tabungan tetap aman.
- Gunakan aturan 50-30-20 atau sesuaikan dengan kondisi, modifikasi menjadi 70-20-10 agar lebih realistis.
- Pisahkan rekening tabungan dan harian, kurangi pengeluaran kecil, manfaatkan aplikasi keuangan atau fitur tabungan untuk menabung efektif.
Banyak orang merasa menabung dari gaji UMR adalah mustahil, apalagi jika tinggal di kota besar seperti Jogja. Harga kebutuhan terus naik, sementara gaji segitu-segitu saja. Namun faktanya, tetap bisa kok punya tabungan meski penghasilan pas-pasan.
Kuncinya bukan besaran penghasilan, tapi cara untuk mengatur uang masuk dan keluar. Dengan strategi yang tepat, gaji UMR bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menyisihkan sebagian kecil untuk masa depan. Berikut lima langkah cerdas menabung dari gaji UMR Jogja yang bisa kamu coba.
1. Buat anggaran bulanan yang realistis

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membuat anggaran pengeluaran bulanan. Catat semua kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, sewa kos, hingga kuota internet. Kamu akan tahu sisa uang yang bisa dialokasikan untuk tabungan.
Jangan lupa bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya, pengin nongkrong di kafe, tapi jangan terlalu sering ya, karena pengeluaranmu bisa membengkak. Fokus pada kebutuhan utama agar tabungan tetap aman.
2. Gunakan aturan 50-30-20 atau sesuaikan dengan kondisi

Aturan populer ini bisa jadi panduan dasar, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.
Jika gajimu pas di angka UMR Jogja, atau sekitar Rp2,3 juta, bisa modifikasi menjadi 70-20-10 agar lebih realistis. Misalnya, 70 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 20 persen untuk hiburan atau keperluan darurat, dan 10 persen langsung masuk ke tabungan. Angka kecil tetap berarti asal konsisten tiap bulan.
3. Pisahkan rekening tabungan dan harian

Salah satu kesalahan umum adalah menyimpan semua uang dalam satu rekening. Akibatnya, sulit membedakan alokasi uang untuk kebutuhan, dan tabungan. Solusinya gampang, tinggal buka dua rekening. Satu untuk pengeluaran harian, satu lagi khusus tabungan yang gak boleh disentuh.
Kalau perlu, pilih rekening tanpa kartu ATM biar gak tergoda menarik uang. Dengan cara ini, kamu bisa menabung efektif untuk jangka panjang.
4. Kurangi pengeluaran kecil

Seringkali yang bikin uang boros justru pengekuaran yang kelihatannya sepele. Seperti jajan setiap sore, beli kopi kekinian, atau ongkos ojek online jarak dekat. Padahal kalau dikumpulkan, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu per bulan.
Mulailah membatasi jajan di luar dan coba masak sendiri. Selain lebih hemat, kamu bisa makan lebih sehat. Kuncinya adalah disiplin dan sadar bahwa setiap rupiah yang disimpan akan berguna.
5. Manfaatkan aplikasi keuangan atau fitur tabungan

Saat ini banyak aplikasi keuangan yang bisa bantu mencatat dan mengontrol pengeluaran. Bahkan beberapa bank menyediakan fitur auto debit ke rekening tabungan setiap bulan, jadi uangmu otomatis tersimpan tanpa perlu diingat-ingat.
Dengan teknologi ini, menabung jadi lebih seru, praktis, dan minim godaan. Tentukan jumlah yang ingin disisihkan, lalu biarkan sistem bekerja untukmu.
Gaji UMR memang menantang untuk dikelola, tapi bukan berarti gak bisa menabung. Dengan disiplin, perencanaan matang, dan kebiasaan sederhana, pelan-pelan bisa memiliki keuangan yang lebih stabil. Jadi, bukan seberapa besar gajinya, tapi seberapa cerdas mengelolanya!

















