Comscore Tracker

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa Lokal

Kamu yang doyan makanan pedas, wajib mampir!

Yogyakarta, IDN Times - Berjuluk Kota Pelajar, gak heran kalau di Yogyakarta banyak tempat makan murah. Terutama di area dekat kampus dan kos-kosan karena menargetkan para mahasiswa sebagai pembelinya. Namun, gak semua warung makan ini memiliki konsep unik, seperti "warung aneh" Ayam Rempah Pak Roto.

Beralamat di Pogung Rejo Jalan Pogung Kidul Nomor 5, RT.20/RW.51, Pogung Kidul, Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, warung ini sejatinya cukup sederhana, tapi bikin geleng-geleng kepala.

Penasaran ‘kan kenapa sampai disebut "warung aneh"? Yuk, simak cerita Wisnu Nugroho selaku owner Ayam Rempah Pak Roto berikut!

Baca Juga: Market Angkring, Pusatnya Jajan Nasi Kucing Super Lengkap

1. Menargetkan mahasiswa sebagai pasarannya dengan konsep warung ala Jepang

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa LokalAyam Rempah Pak Roto (IDN Times/Dyar Ayu)

Ayam Rempah Pak Roto bisa dibilang unik. Dari luar, kamu akan melihat berbagai dekoratif berbau Jepang yang cukup kental layaknya restoran Jepang pada umumnya. Namun saat kamu mencoba masuk dan melihat menunya, jangan kaget karena yang dijual justru makanan khas Indonesia, khususnya masakan khas Jawa Timur.

“Kebanyakan warung kan gak ada konsepnya, masih biasa saja. Kebanyakan restoran atau coffee shop, nah, kita mau buat yang target pasar yang menengah ke bawah, mahasiswa dan anak kos supaya mereka merasakan experience yang sama tanpa mengeluarkan uang lebih,” kata Wisnu saat ditemui IDN Times pada Rabu (01/12/2021).

Ia menambahkan bahwa sejak awal ia memang menargetkan para mahasiswa sebagai pelanggannya. Dan perlahan tapi pasti, warung makan rintisannya bersama dua orang temannya mulai merangkak naik, terutama sejak memanfaatkan pesan antar makanan dengan ojek daring.

2. Disebut ‘warung aneh’ karena menjual cita rasa Indonesia dengan konsep Jepang

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa LokalAyam Rempah Pak Roto (IDN Times/Dyar Ayu)

Wisnu juga bercerita bahwa awalnya ia merasa salah message. Awalnya, warung tersebut ingin dibuat selayaknya cerminan keberagaman Indonesia yang di dalamnya banyak masyarakat yang keturunan seperti Jepang, China, dan lainnya. Makanya, tak semua sudut di rumah yang dijadikan warung makan itu bertema Jepang, tapi ada juga yang bergaya China tahun 80-an.

“Kita bisa bersatu ‘kan selain karena bahasa dan negara, salah satunya ya dari makanan. Makanya kita buat makanan yang dari Indonesia, tapi konsep warungnya ada yang Jepang dan ada yang China,” ujarnya. Sayangnya, orang jadi salah mengartikan Ayam Rempah Pak Roto dan menyebut-nyebut sebagai "warung aneh".

Bukannya patah semangat karena disebut aneh, Wisnu dan tim justru mengambil sisi baiknya dan menjadikan sebutan aneh sebagai salah satu teknik marketing mereka. Dan siapa sangka, orang yang semula ragu untuk mampir, kemudian memutuskan masuk dan menjajal makan di sana.

3. Sering dikira warung ramen, menu utama di warung Ayam Rempah Pak Roto berupa olahan ayam

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa LokalAyam Rempah Pak Roto (IDN Times/Dyar Ayu)

Buat Wisnu, ayam adalah makanan yang paling umum yang bisa disantap segala kalangan. Selain karena bisa dimasak berbagai jenis makanan, ayam memiliki harga yang murah jika dibandingkan dengan daging. Ayam pun lebih mudah diterima oleh masyarakat jika dibandingkan dengan ikan, inilah alasan dia memilih menjajakan olahan ayam.

Walau begitu, awalnya banyak yang mengira bahwa warung yang didirikannya ini menjual ramen dan makanan khas Jepang lain dengan harga tinggi. Gak sedikit yang kemudian kecele karena ingin makan ramen, lantas membatalkan pesanan karena melihat menu yang ternyata sangat Indonesia.

Selaku owner sekaligus marketer, Wisnu memanfaatkan media sosial untuk promosi sekaligus memberitakan bahwa warung diriannya menjual ayam alih-alih Japannese Food. Ia juga mengundang berbagai food vlogger Yogyakarta untuk menarik minat pembeli. Setidaknya ia membutuhkan waktu sampai 3 bulan untuk membuat Ayam Rempah Pak Roto dikenal oleh khalayak ramai.

Baca Juga: Asyiknya Waroeng Klangenan, Angkringan yang Pernah Didatangi Jokowi

4. Lebih banyak pembelian melalui take away, Wisnu tawarkan vibes layaknya makan di tempat

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa LokalAyam Rempah Pak Roto (IDN Times/Dyar Ayu)

Wisnu mengaku, saat ini pembeli lebih banyak berasal dari pesan antar secara online. Ini karena banyaknya promo yang ditawarkandan kemudahan yang didapat jika pembelian secara online. Menurutnya, sangat disayangkan karena tidak bisa merasakan pengalaman makan di tempat dengan suasana yang unik ini.

Walau begitu, Wisnu dan tim berusaha semaksimal mungkin untuk membawa vibes makan di rumah selayaknya makan di tempat langsung. Salah satunya dengan menampilkan barcode spotify pada packaging makanan yang saat dipindai, akan muncul playlist lagu yang diputar di warung Ayam Rempah Pak Roto.

Lagu-lagu yang ada di playlist ini gak hanya lagu Jepang, tapi juga lagu Indonesia tahun 80-an yang meski jadul, tapi tetap asyik di telinga.

5. Buka sampai tengah malam, Ayam Rempah Pak Roto tawarkan aneka olahan ayam yang nagih

‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa LokalAyam Rempah Pak Roto (IDN Times/Dyar Ayu)

Untuk kamu yang berminat untuk merasakan ‘keanehan’ makan di Ayam Rempah Pak Roto, mereka buka setiap hari dari pukul 07.00–24.00 WIB. Meski lokasinya lumayan nyempil, warung ini nyaris gak pernah sepi pembeli, lho. Apalagi di jam-jam saat sarapan dan makan siang, mulai dari ojek online sampai mahasiswa akan berjejal di dalamnya.

Menu makanan yang ditawarkan seperti ayam bumbu hitam, ayam taliwang, ayam serundeng, paru bumbu hitam, dan rencananya Wisnu akan menambah menu baru yaitu ayam bumbu rendang. Soal rasa, kamu gak perlu ragu lagi apalagi yang doyan dengan masakan pedas, dijamin bikin ketagihan. Mulai dari Rp10.000 saja kamu sudah kenyang dengan lidah yang terpuaskan. Selamat jajan!

Baca Juga: 5 Street Food Legendaris di Yogyakarta, Enak dan Murah!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya