TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

3 Trik Jitu Koperasi Merangkul Millennial

Modernisasi managemen dengan optimalisasi teknologi

Koperasi Indonesia (www.pusatbisnis.org)

Yogyakarta, IDN Times- Bagi sebagian anak millenial, koperasi masih menjadi lembaga yang dikelola secara konvensional, untuk itu Kementerian Koperasi menyiapkan trik jitu untuk merangkul anak muda. Hal ini menuju Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0, 

"Sepertiga penduduk Indonesia ini adalah anak muda, generasi millenial. Ini adalah bonus demografi bagi negara ini, kalau tidak diubah jadi bonus ekonomi, maka akan sia-sia," ujar Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Luhur Prajadjarto.

Salah satu ciri kuat dari generasi millenial, kata Luhur, yakni melekatnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi dalam segenggam ponsel membuat intelegensi anak muda jauh lebih luas.

"Kaum millenial ini dikenal memiliki kelebihan dalam mencermati teknologi. Untuk merangkul mereka, ada beberapa strategi yang dilakukan," ungkap Luhur.

Baca Juga: BPS: Garis Kemiskinan di Yogyakarta Turun 4,13 Persen

1. Reorientasi koperasi tak lagi fokus pada kuantitas

IDNTimes/Holy Kartika

Secara nasional jumlah koperasi terus mengalami penurunan yang cukup pesat. Tahun lalu, tercatat jumlah koperasi masih mencapai 212.000 koperasi. Namun, sekarang jumlahnya hanya tersisa138.400 koperasi.

Kendati mengalami penurunan, namun diharapkan jumlah yang ada dapat didorong untuk dapat lebih dikembangkan.

"Sekarang tidak lagi mendorong kuantitasnya, tetapi kualitasnya. Tidak masalah jumlahnya semakin sedikit, asalnya, koperasi yang masih tumbuh ini dapat semakin berkualitas, baik segi pelayanan maupun kelembagaannya," papar Luhur.

Kondisi tersebut tidak hanya dialami koperasi secara nasional. Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) DIY, Syahbenol Hasibuan mengungkapkan jumlah koperasi di wilayah Yogyakarta juga mengalami hal yang sama. 

"Tadinya jumlah koperasi di Yogyakarta ini mencapai 2.700 koperasi, sekarang kurang lebih 2.300 koperasi. Saya meyakini, jumlahnya itu akan terus menurun," ungkap Syahbenol ditemui di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Rabu (17/7).

2. Rehabilitasi pada koperasi yang tak lagi aktif

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Upaya rehabilitasi akan dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM. Luhur memaparkan tahapan rehabilitasi ini dilakukan sebagai upaya untuk pemutakhiran data koperasi yang beroperasi.

"Koperasi yang ada didata, mana koperasi yang mau tumbuh dan berkembang, maka mereka akan terus dibina. Kalau ada yang sudah tidak lagi mampu tumbuh, maka dibekukan atau dibubarkan," jelas Luhur.

Salah satu fokus yang dijalankan koperasi yakni mendorong kesejahteraan para anggotanya.

Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia, Agung Sudjatmoko mengatakan koperasi harus fokus pada pengembangan bisnis.

"Karena koperasi itu milik anggota. Untuk dapat tumbuh dan berkembang, koperasi harus melakukan perubahan. Apalagi sekarang ini pola strategi dan lingkungan bisnisnya sangat berubah," jelas Agung.

Baca Juga: Bidik Millennial, Koperasi Lakukan Reformasi Teknologi Lewat Sobatku

Berita Terkini Lainnya