Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Sebanyak 168 karya dari 45 pemamer terpilih ditampilkan dalam tujuh ruang instalasi. Berbagai karya tersebut memperlihatkan bahwa fotografi tidak harus selalu hadir dalam bentuk cetakan yang dibingkai dan digantung di dinding. Sebaliknya, medium fotografi dapat dikembangkan melalui beragam material dan pendekatan artistik. Mulai dari kayu, aluminum composite panel (ACP), stainless, kain, hingga kaca.
Pameran perdana ini merupakan hasil kurasi selama satu bulan terhadap 678 karya dari 164 partisipan lintas daerah, termasuk Yogyakarta, Jakarta, Makassar, dan Bandung. Pesertanya pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari fotografer amatir, profesional, hingga masyarakat umum.
Exhibition Director JPEX, Gabriel Bintang Adyaksa Darlius, mengatakan pameran ini berangkat dari keinginan untuk memperluas kemungkinan ekspresi fotografi. Selama ini, menurutnya, pameran fotografi cenderung identik dengan karya dua dimensi yang dipajang di dinding galeri.
"Kali ini kami ingin mencoba eksplorasi lebih lanjut untuk mengenalkan bahwa foto bisa dibawa ke ranah yang lebih jauh dari itu. Kami ingin menggugah rasa orang awam ketika memasuki ruangan pameran fotografi yang digabung dengan instalasi, sehingga memberikan nilai nikmat tersendiri," ujar Gabriel, saat pembukaan, Sabtu (31/10/2026).
Tidak hanya menawarkan pendekatan artistik yang berbeda, JPEX juga berupaya mengubah cara masyarakat menikmati seni fotografi. Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi pameran menjadi strategi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan begitu, seni fotografi tidak hanya dinikmati kalangan seniman atau komunitas tertentu, tetapi juga masyarakat umum.
"Kami ingin mengenalkan pameran foto ini ke masyarakat awam dan ceruk yang lebih luas, sehingga kami memilih mall agar pengunjungnya tidak tertutup hanya bagi para seniman," tambahnya.