Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

JPEX 2026 Usung Suasana Baru Menikmati Karya Fotografi

Kab. Sleman
4 min read
JPEX 2026 Usung Suasana Baru Menikmati Karya Fotografi
Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • JPEX 2026 di Jogja City Mall, Sleman, menampilkan 168 karya dari 45 pemamer dalam tujuh instalasi yang mengeksplorasi fotografi melalui kayu, kain, kaca, stainless, dan layar retro.

  • Pameran bertema “Medium” dikurasi dari 678 karya oleh 164 partisipan lintas daerah, dengan tujuan memperluas ekspresi fotografi dan menjangkau masyarakat umum melalui lokasi mal.

  • Berlangsung 31 Oktober-31 Desember 2026, JPEX turut menghadirkan kompetisi HOTS yang diikuti 410 peserta, sekaligus menegaskan upaya generasi muda HISFA mendorong eksperimen fotografi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Televisi tabung bergaya retro menyala dalam sebuah ruangan bercahaya temaram. Beragam gambar visual muncul dari layar-layar tersebut, menciptakan pengalaman menikmati fotografi yang berbeda dari biasanya.

Di ruangan lain, karya foto hadir melalui material kayu, kain, kaca, hingga stainless. Pengunjung tidak hanya melihat foto sebagai gambar, tetapi juga diajak merasakan bagaimana sebuah karya visual dapat berinteraksi dengan ruang dan benda di sekitarnya. 

Eksplorasi tersebut menjadi daya tarik Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. Mengusung tema "Medium", pameran ini menjadi upaya generasi muda Himpunan Seni Foto Amatir (HISFA) Yogyakarta untuk mendobrak cara pandang konvensional terhadap fotografi.

  1. 1. Ratusan karya dari puluhan pameris

    WhatsApp Image 2026-11-01 at 00.28.34.jpeg
    Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Sebanyak 168 karya dari 45 pemamer terpilih ditampilkan dalam tujuh ruang instalasi. Berbagai karya tersebut memperlihatkan bahwa fotografi tidak harus selalu hadir dalam bentuk cetakan yang dibingkai dan digantung di dinding. Sebaliknya, medium fotografi dapat dikembangkan melalui beragam material dan pendekatan artistik. Mulai dari kayu, aluminum composite panel (ACP), stainless, kain, hingga kaca.

    Pameran perdana ini merupakan hasil kurasi selama satu bulan terhadap 678 karya dari 164 partisipan lintas daerah, termasuk Yogyakarta, Jakarta, Makassar, dan Bandung. Pesertanya pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari fotografer amatir, profesional, hingga masyarakat umum.

    Exhibition Director JPEX, Gabriel Bintang Adyaksa Darlius, mengatakan pameran ini berangkat dari keinginan untuk memperluas kemungkinan ekspresi fotografi. Selama ini, menurutnya, pameran fotografi cenderung identik dengan karya dua dimensi yang dipajang di dinding galeri.

    "Kali ini kami ingin mencoba eksplorasi lebih lanjut untuk mengenalkan bahwa foto bisa dibawa ke ranah yang lebih jauh dari itu. Kami ingin menggugah rasa orang awam ketika memasuki ruangan pameran fotografi yang digabung dengan instalasi, sehingga memberikan nilai nikmat tersendiri," ujar Gabriel, saat pembukaan, Sabtu (31/10/2026).

    Tidak hanya menawarkan pendekatan artistik yang berbeda, JPEX juga berupaya mengubah cara masyarakat menikmati seni fotografi. Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi pameran menjadi strategi untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan begitu, seni fotografi tidak hanya dinikmati kalangan seniman atau komunitas tertentu, tetapi juga masyarakat umum.

    "Kami ingin mengenalkan pameran foto ini ke masyarakat awam dan ceruk yang lebih luas, sehingga kami memilih mall agar pengunjungnya tidak tertutup hanya bagi para seniman," tambahnya.

  2. 2. Fotografi tak lagi terikat pakem

    WhatsApp Image 2026-11-01 at 00.28.41.jpeg
    Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Eksplorasi yang dihadirkan JPEX 2026 mendapat perhatian dari kalangan akademisi seni. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Irwandi, menilai karya-karya dalam pameran tersebut mampu memancing pertanyaan mendasar mengenai hakikat fotografi. Menurutnya, pendekatan visual yang tidak biasa membuat pengunjung kembali mempertanyakan batas antara fotografi dan bentuk seni lainnya.

    "Foto-foto yang memancing kita untuk mempertanyakan kembali esensi dari fotografi itu sendiri. Nah, dari pameran karya-karya yang ditampilkan ini kan dari sisi tampilan sudah enggak biasa. Yang ditampilkan sendiri kita menjadi bertanya ulang apakah ini fotografi atau apa. Tetapi terlepas dari itu, mereka berangkat dari fotografi," kata Irwandi. 

    Ia menyebut langkah HISFA bersama Federasi Perhimpunan Seni Fotografi Indonesia (FPSI) tersebut sebagai terobosan dalam membaca ulang dan mendefinisikan fotografi.

    Apresiasi juga datang dari Ketua Umum FPSI, Agatha Anne Bunanta. Ia menilai JPEX bukan sekadar ruang untuk memamerkan karya, melainkan bentuk keberanian generasi muda dalam menciptakan kemungkinan baru di dunia fotografi.

    "Bagi saya pameran ini bukan sekadar menampilkan karya fotografi dalam suatu ruang pamer, tapi yang terpenting suatu pernyataan tentang keberanian. Keberanian berpikir untuk berbeda, keluar dari pakem, mendobrak batas, dan membuka kemungkinan baru dalam dunia fotografi," ungkap Agatha. 

    Menurutnya, fotografi kini tengah menemukan berbagai bentuk ekspresi baru. Sebab, seni tidak memiliki batasan dalam menyampaikan rasa dan gagasan.

  3. 3. JPEX Berlangsung hingga Akhir Desember 2026

    WhatsApp Image 2026-11-01 at 00.28.33.jpeg
    Jogja Photo Art Experience (JPEX) 2026 yang berlangsung di Jogja City Mall, Sleman. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    JPEX 2026 akan berlangsung selama dua bulan, mulai 31 Oktober hingga 31 Desember 2026. Rangkaian pembukaan pameran juga disemarakkan dengan kegiatan HISFA On The Spot (HOTS) bertema "Berbagi Kebahagiaan" untuk memperingati ulang tahun ke-72 HISFA. Kompetisi fotografi on the spot tersebut berhasil menarik 410 peserta yang berkompetisi dalam dua kategori, yakni fotografi menggunakan smartphone dan kamera profesional.

    Sebagai klub fotografi tertua yang berdiri sejak 2 Oktober 1954, HISFA memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan fotografi Indonesia dan menjadi salah satu pendiri FPSI. Melalui JPEX 2026, generasi muda HISFA ingin menunjukkan bahwa fotografi terus berkembang mengikuti kreativitas dan keberanian dalam bereksperimen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More