Comscore Tracker

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!

Hanya ada di Pasar Kangen loh

Kota Yogyakarta, IDN Times- Sudah mampir Pasar Kangen Jogja, belum? Kalau belum, ayo kunjungi festival jadul ini, karena kamu bakal menemukan banyak hal unik di pasar ini.

Antara lain kuliner tradisional yang langka dan hanya bisa kamu temui selama penyelenggaraan Pasar Kangen Yogyakarta hingga 20 Juli mendatang.

Makanan langka apa saja sih yang ada di Pasar Kangen Yogyakarta? Berikut 5 kuliner Pasar Kangen Jogja yang memiliki banyak pilihan makanan tradisional nan langka!

Baca Juga: 9 Hal Seru ini Bakal Kamu Temui di Pasar Kangen Yogyakarta 2019

1. Songgo Buwono, makanan para bangsawan Keraton

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!IDNTimes/Holy Kartika

Sekilas penyajian makanan ini mirip junk food ala American Food, burger. Songgo Buwono, makanan ini terdiri dari kue sus, selada, rogut daging, telur, acar, selada dan mayonaise.

Makanan ini merupakan kudapan para bangsawan keraton di masa Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Tak seperti makanan tradisional Jawa pada umumnya, makanan ini merupakan hasil akulturasi budaya antara Jawa dan Eropa.

"Songgo Buwono tidak sekadar makanan bagi para bangsawan keraton, tetapi di setiap bagian dari makanan ini syarat akan makna filosofis," ujar Rizky, pemilik kios kuliner Songgo Buwono di Pasar KangenYogyakarta 2019 ini.

Kue sus dimaknai sebagai bumi, di mana tempat manusia berpijak. Selada menjadi sayuran yang dimaknai sebagai pepohonan penyangga bumi. Di dalam Songgo Buwono juga terdapat acar yang dimaknai sebagai bintang penghias alam semesta, serta telur menjadi simbol kehidupan atau gunung.

"Terdapat rogut daging yang diartikan sebagai semua makhluk yang ada di bumi, dan topping mayonaise menjadi langit penyelimut semesta," jelas Rizky.

2. Tolpit, kudapan langka dari Bantul

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!IDNTimes/Holy Kartika

Tolpit adalah kudapan tradisional khas Kabupaten Bantul yang kini sudah sulit ditemui. Bahkan, sudah tidak banyak warga di Bantul yang membuatnya, biasanya camilan ini  dinikmati bersama secangkir teh atau kopi panas di sore hari.

Bentuknya mirip kue bolang-baling namun, bahan baku utama Tolpit berasal dari tepung beras, kelapa muda yang diparut dan gula jawa. Adonan tersebut diuleni lalu digoreng dengan cara dijepit dengan sumpit.

"Tepung beras yang digunakan bukan tepung kemasan, jadi benar-benar berasal dari beras yang digiling menjadi tepung. Karena kalau tidak pakai tepung dari beras asli akan berbeda rasa dan teksturnya," jelas Rita Kristiana, pedagang tolpit.

Penasaran sama makanan ini? Cukup Rp5.000 saja, kamu bisa langsung mencicipi 3 biji kudapan ini di Pasar Kangen Yogyakarta 2019.

3. Segarnya Bir Jawa gak akan bikin mabuk

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!IDNTimes/Holy Kartika

Bir Jawa merupakan minuman yang terinspirasi minuman beralkohol yang biasanya dinikmati tentara Belanda di masa penjajahan, yakni bir. Bedanya, minuman kesukaan Sri Sultan HB VIII ini terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung alkohol.

Diolah dari jahe, kapulaga, kayu manis, gula batu dan jeruk nipis, minuman ini justru menyehatkan dan gak akan bikin kamu mabuk. Dicampur dengan es batu, minuman ini terasa menyegarkan saat dinikmati sambil berburu kuliner di Pasar Kangen Yogyakarta 2019.

4. Jenang unik berbalut janur kuning ini namanya Clorot

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!IDNTimes/Holy Kartika

Janur kuning ternyata gak cuma dipakai untuk menandai acara pernikahan. Daun kelapa yang masih muda ini ternyata banyak dipakai sebagai pembungkus makanan, salah satunya makanan Clorot.

Makanan ini adalah jenang atau sejenis dodol dengan tekstur kenyal dan berwarna coklat yang khas. Clorot, makanan khas Purworejo tersebut terbuat dari tepung ketan yang diuleni bersama gula jawa atau gula merah dan dikukus selama dua jam.

Kudapan manis dan unik ini bisa kamu nikmati dengan harga Rp2.000 per biji. Asyik disantap sambil menikmati hiburan seni budaya yang memeriahkan Pasar Kangen Yogyakarta 2019.

5. Belajar prihatin dari segulung Berdopo

5 Kuliner Pasar Kangen Jogja, Banyak Jajanan Lawas!IDNTimes/Holy Kartika

Di masa penjajahan bahan makanan menjadi sangat sulit bagi masyarakat pribumi. Hanya ketela yang bisa dikonsumsi, menggantikan beras yang kebanyakan dinikmati kalangan bangsawan.

Ketela diolah, diparut dan diambil saripatinya untuk dibuat menjadi makanan oleh masyarakat tempo dulu. Diberi isian enten-enten yakni parutan kelapa yang dimasak dengan gula jawa.

"Adonan ketela tadi dipipihkan dan diletakkan di bagian alas piring kaleng, lalu didandang. Setelah matang diisi dengan enten-enten," ungkap Pandu, penjual Berdopo.

Pandu mengatakan Berdopo diambil dari istilah bertapa. Bertapa merupakan hal yang biasa dilakukan orang dulu sebagai bentuk prihatin dan ikhtiar kepada Ilahi.

"Karena di masa penjajahan, orang dulu hidupnya sulit. Mereka belajar laku prihatin dengan cara bertapa atau semedi," papar Pandu.

Gimana, penasaran sama rasa dan bentuk makanan-makanan ini? Jadi buruan datang ke Pasar Kangen Yogyakarta 2019, cuma sampai 20 Juli, loh!

Baca Juga: Diangkat Netflix, Mbah Satinem: Ada yang Mengajak Foto Bareng

Topic:

  • Febriana Sintasari
  • Septi Riyani

Just For You