Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Unisa Yogyakarta Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Beasiswa Mahasiswa

Kab. Sleman
4 min read
Unisa Yogyakarta Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Beasiswa Mahasiswa
Pengelolaan sampah plastik oleh Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Unisa Yogyakarta mengolah botol plastik bekas melalui program Madaris dan Lazismu sejak 2024; hasil penjualannya mendukung beasiswa serta bantuan mahasiswa.

  • Di Unisa Fest 2026, pengunjung membawa minimal tiga botol bersih dan terkumpul sekitar 1.500 botol, sekaligus mendorong pemilahan sampah serta prinsip 3R.

  • Unisa Fest 2026 juga menyiapkan donasi Rp20 juta untuk modal UMKM disabilitas dan melibatkan 20 tenant dalam Pasar Rakyat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times – Botol plastik bekas yang kerap dianggap sampah bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa. Universitas ’Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengumpulkan dan mengolah botol plastik bekas untuk mendukung program beasiswa melalui Mahasiswa Sadar Infak Sedekah (Madaris) bersama Lazismu Unisa Yogyakarta.

Program tersebut menjadi salah satu kegiatan yang diperkenalkan dalam Unisa Festival 2026 di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Jumat–Sabtu (9–10/10/2026). Selama festival, pengunjung diajak membawa minimal tiga botol plastik bekas yang telah dibersihkan untuk dikumpulkan dan dikelola.

Pembina Madaris sekaligus Manajer Eksekutif Lazismu Unisa Yogyakarta, Andis, mengatakan program pengumpulan botol plastik tersebut telah berjalan sejak 2024. Hasil penjualan botol bekas dihimpun untuk mendukung program beasiswa mahasiswa.

“Tujuan kita sebenarnya ingin menyosialisasikan kepada mahasiswa bahwa infak yang kalian berikan ke Lazismu, ke Madaris itu akan kembali ke mahasiswa itu sendiri dalam bentuk program beasiswa,” ujar Andis, di Kampus Terpadu Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026).

  1. 1. Hasil penjualan botol plastik untuk beasiswa dan biaya pengobatan

    WhatsApp Image 2026-10-10 at 12.16.01-2.jpeg
    Pengelolaan sampah plastik oleh Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Dalam pelaksanaannya, botol plastik yang terkumpul tidak langsung dijual kepada pengepul. Mahasiswa terlebih dahulu memilah botol berdasarkan jenis dan warnanya. Tutup botol serta label merek juga dilepas sebelum botol dikelompokkan untuk dijual.

    "Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung sejumlah program beasiswa, termasuk beasiswa living cost berupa bantuan sembako setiap bulan dan beasiswa Serdadu yang dibuka setiap awal semester," kata Andis.

    Setiap penerima beasiswa memperoleh bantuan sebesar Rp1,5 juta per semester. Secara keseluruhan, sekitar 90 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa dari hasil penjualan botol plastik bekas dan infak.

    Selain beasiswa, dana infak dapat digunakan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan membayar biaya kuliah dan membutuhkan biaya pengobatan. Sumber pendanaan program ini tidak hanya berasal dari penjualan botol plastik, tetapi juga infak mahasiswa, termasuk infak Senin-Kamis.

    Menurut Andis, program ini menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan kampus dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

  2. 2. Kumpulkan sekitar 1.500 botol selama Unisa Fest 2026

    Pengelolaan sampah plastik oleh Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Pengelolaan sampah plastik oleh Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Pengumpulan botol plastik menjadi salah satu kegiatan yang diperkenalkan kepada pengunjung Unisa Fest 2026. Selama festival berlangsung, jumlah botol plastik yang terkumpul diperkirakan mencapai 1.500 botol dan masih berpotensi bertambah karena pengumpulan berlangsung hingga sore hari.

    Program tersebut sekaligus mendukung komitmen Unisa Yogyakarta untuk mewujudkan kampus hijau atau Green Campus. Melalui pengelolaan botol plastik, kampus mendorong penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.

    Andis mengatakan, pada awal pelaksanaan program, botol plastik yang terkumpul masih bercampur dengan berbagai jenis sampah. Namun, setelah dilakukan edukasi dan sosialisasi secara rutin, masyarakat mulai terbiasa memisahkan botol plastik dari sampah lainnya.

    Ia berharap kebiasaan memilah sampah dapat terus berkembang, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat sekitar kampus. Dengan demikian, sampah plastik tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi dan membantu sesama.

    “Tujuan kita ingin mengajak teman-teman mahasiswa, ayo peduli lingkungan. Kita sama-sama pilah botol kita sendiri dan ayo kita kelola dengan baik, barangkali ke depannya bisa lebih bermanfaat buat teman yang lain,” kata Andis.

  3. 3. Unisa Fest salurkan donasi Rp20 juta untuk UMKM Difabel

    Penyerahan charity untuk UMKM disabilitas, di Kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
    Penyerahan charity untuk UMKM disabilitas, di Kampus Unisa Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Selain program beasiswa dari pengelolaan botol plastik, Unisa Fest 2026 juga menghadirkan aksi sosial untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya difabel.

    Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, diseminasi hasil riset, dan pemberdayaan ekonomi.

    Dari hasil kegiatan amal atau charity serta dukungan Unisa Yogyakarta, total dana yang disiapkan untuk membantu UMKM difabel mencapai Rp20 juta. Imron menjelaskan, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung keberlangsungan usaha para penerima, bukan sekadar bantuan konsumtif.

    “UMKM yang disabilitas ini bukan untuk diberikan bantuan atau konsumsi, tetapi mereka memang sudah memiliki usaha, sehingga sumbangan yang kita berikan itu dapat menambah modal mereka,” kata Imron.

    Dukungan terhadap UMKM juga diwujudkan melalui Pasar Rakyat yang melibatkan 20 tenant, terdiri dari pelaku UMKM warga sekitar kampus dan penyandang disabilitas. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.

    Mengusung tema Melampah Sesarengan, Unisa Fest 2026 menjadi bagian dari perayaan usia ke-34 Unisa Yogyakarta. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kampus berupaya menghubungkan kepedulian lingkungan, bantuan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More