Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemda DIY Sidak 4 SPPG di Yogyakarta, Soroti Dapur dan Kualitas Makanan
Pemda DIY sidak SPPG, Senin (21/9/2026). (Dok.Istimewa)
  • Pemda DIY dan Satgas MBG sidak empat SPPG di Kota Yogyakarta untuk memeriksa dapur, alur pengolahan, kebersihan peralatan, sanitasi, serta keamanan makanan bagi siswa.

  • Sekda DIY Ni Made meminta petugas menjalankan SOP BGN tanpa ada tahapan terlewat, terutama saat pengemasan dan pemorsian yang berisiko memicu kontaminasi makanan.

  • Hasil sidak akan direkap dan dibahas sebagai bahan evaluasi Dinas Kesehatan, Satgas MBG, serta Korwil BGN DIY untuk menindaklanjuti kekurangan di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta, Senin (21/9/2026) dini hari. Sidak dilakukan untuk melihat langsung kondisi dapur SPPG sekaligus memastikan proses pengolahan makanan untuk siswa memenuhi standar kebersihan, higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan.

Pemantauan dibagi menjadi dua tim. Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Satgas MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, turut turun langsung bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Aria Nugrahadi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Anna Rina Herbranti, Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY Lilik Andi Aryanto, serta sejumlah Koordinator Regional (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) DIY.

Sebanyak empat SPPG dikunjungi. Pengecekan meliputi kondisi dapur, alur pengolahan makanan, kebersihan peralatan dan lingkungan kerja, hingga penerapan standar kebersihan selama makanan disiapkan dan dikemas.

1. Petugas SPPG diminta konsisten jalankan SOP

Pemda DIY sidak SPPG, Senin (21/9/2026). (Dok.Istimewa)

Dalam pemantauan tersebut, Ni Made mengingatkan seluruh petugas SPPG agar menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan BGN secara konsisten. Menurutnya, setiap tahapan pengolahan makanan harus dilakukan tanpa ada prosedur yang dilewati.

“SOP-nya tetap dijalani ya. Ini kan amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua. Kalau prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan,” kata Ni Made.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dapur, khususnya saat makanan memasuki tahap pengemasan atau pemorsian. Tahapan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi menjadi titik terjadinya kontaminasi.

Menurut Ni Made, keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan baku dan proses memasak. Kelalaian kecil dalam proses pengolahan maupun pemorsian juga dapat membuat makanan terkontaminasi bakteri.

“Kontaminasi itu bisa dari mana saja. Bahan bakunya sudah benar, cara masaknya sudah benar, tetapi kelalaian kecil itu bisa membuat makanan terkontaminasi,” ujarnya.

2. Kualitas makanan jadi kunci kepercayaan masyarakat

Pemda DIY sidak SPPG, Senin (21/9/2026). (Dok.Istimewa)

Ni Made juga meminta kinerja petugas SPPG tidak menurun meski terdapat berbagai komentar dan penilaian dari masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan terbentuk dari kualitas kerja yang dilakukan setiap hari. Karena itu, seluruh petugas diminta tetap berpegang pada SOP dan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.

“Image itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu adalah hasil dari kerja kita sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila seluruh prosedur dijalankan dengan benar dan konsisten, pelaksanaan program MBG diharapkan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

3. Hasil sidak jadi bahan evaluasi

Pemda DIY sidak SPPG, Senin (21/9/2026). (Dok.Istimewa)

Sidak tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemda DIY melakukan pemantauan dan mitigasi untuk mencegah terulangnya persoalan keamanan pangan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG. Hasil pengecekan di lapangan nantinya akan direkap dan dibahas bersama untuk menentukan hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun didalami.

“Setelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang perlu kita dalami,” kata Ni Made.

Catatan dari sidak akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan DIY, Satgas MBG, dan Korwil BGN DIY. Berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan akan diteruskan kepada penanggung jawab terkait untuk ditindaklanjuti. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG di DIY menjalankan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article